BERBAGI
ilustrasi (istimewa)

BERITAHUta.com—Dua warga Malintang Julu, Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina), Sumut diringkus aparat Polres Madina pada, Rabu dini (28/7-2021), gegara narkoba. Salah seorang di antaranya dikabarkan sudah dikembalikan kepada keluarganya.

Dua warga Malintang Julu itu adalah AN (40) dan FL (30. Keduanya dimankan polisi saat berada di kebun pada, Rabu dini hari, sekitar pukul 02.00.

“Mereka sedang menunggu durian jatuh. Saya dengar dari kawan-kawan  saat di kebun tersebut mereka mengisap ganja,” kata warga yang tak mau disebut namanya.

Polisi dari Satnarkoba membawa AN dan FL ke Mapolres Madina untuk penyidikan lebih lajut. Namun, informasi terakhir, AN sudah keluar dari tahanan. Ia hanya menginap di ruang tahanan sekitar lima malam

Kabar yang beredar di masyarakat menyebutkan, meskipun tidak jelas jumlahnya, AN mengeluarkan uang agar bisa lepas dari jeratan hukum.

Seorang wartawan pernah menanyakan hal itu kepada AN. “Aso bebas ko (Kenapa kamu bebas-red,” tanya wartawan.

BERITA TERKAIT  Ja’far Sukhairi: Ada “Miss” Komunikasi dalam Kunjungan 2 Menteri di Purba Baru

Inda dong buktinya jau (tidak ada buktinya sama saya-red),” jawab AN.

Bayar Rp150 juta tie (bayar Rp150 juta ya-red),” ujar si wartawan.

Inda ba, Rp50-an juta do (enggak, Rp50-an juta aja-red),” sebut AN.

Tidak jelas apakah ungkapan itu guyon atau betul. Namun, di sekitar Malintang Julu beredar isu AN mengeluarkan uang agar bisa keluar dari taanan sudah sangat santer.

Pj. Kepala Desa Malintang Julu Abdul Rahman mengaku heran kenapa AN bisa keluar dari Mapolres. Ia juga menyebutkan, sampai sekarang tidak mendapat pemberitahuan dari polisi mengenai adanya warganya yang ditangkap.

“Saya belum mendapat laporan, hanya tahu dari obrolan di masyarakat saja,” katanya.

Kepala Polres Madina AKBP Horas Tua Silalahi mendamping Kepala Satnarkoba AKP Manson Nainggolan membenarkan pihaknya hanya menahan FL, sedangkan AN tidak ditahan karena lelaki tersebut tidak terlibat.

BERITA TERKAIT  In Memorial Ayah Mukmin,  Sang Guru Musthafawiyah yang Bersahaja

Dalam kasus narkoba, kata dia, penyidik punya waktu enam hari untuk menentukan status hukum seseorang. “Jika baru lima hari, tidak ada masalah sebab waktu yang diberikan kepada kami sesuai undang-undang 6 X 24 jam,” kata Nainggolan.

Ketika ditanya kenapa hanya seorang yang ditahan, sementara saat ditangkap mereka sama-sama di tempat kejadian perkara (TKP). Menurut kasat, berdasarkan pengakuan tersangka utama, rekannya tidak tahu menahu soal narkoba  yang ditangannya.

“Tanyalah sama tersangka utama, terlibat gak kawannya itu. Jika memang tidak tahu menahu, dan tidak cukup bukti, tidak mungkin kami tahan. Harus dikembalikan kepada keluarganya,” jelas Nainggolan.

Mengenai dugaan “bayar” Rp50 juta seperti pengakuan AN kepada seorang wartawan, Nainggolan menyebutkan akan menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada anggotanya.

Saat ini,  kasat mengaku masih konsentrasi mengurus istrinya yang sedang positif covid-19. “Nanti saya tanya anggota mengenai kebenaran pengakuan AN,” katanya. (henri)

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here