BERBAGI
TAK ADA ABSENSI--Pegawai di Puskesmas Kayulaut, Kecamatan Panyabungan Selatan, Madina, ini tidak diberlakukan absensi harian. Sehingga terkesan boleh-boleh saja pegawai tidak masuk kantor, atau bebas masuk jam berapa saja. (foto: akhir matondang)

BERITAHUta.com—Parah. Hingga tanggal 29, belum seorang pun pegawai Puskesmas Kayulaut, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal (Madina), Sumut yang mengisi absensi kehadiran pada Juni 2021 ini.

Tidak hanya Juni 2021 ini, Kepala Puksesmas Kayulaut dr. M. Rizqi Nasution tidak bisa menunjukkan absensi pegawainya pada Mei 2021. Beberapa kali media menanyakan, dia berdalih itu bukan urusannya, melainkan tugas tata usaha (TU).

dr. M. Rizqi Nasution

Ketika media ini ke puskesmas itu, Selasa siang (29/6-2021), salah seorang staf bagian TU tampak sedang merapikan berkas absensi pegawai dari tanggal 1 sampai 29 Juni.

“Cuma ini yang ada,’ kata staf TU tersebut.  Ia menunjukkan absensi yang sama sekali seorang pegawai pun belum ada yang teken.

Berkas masing-masing dua lembar tersebut berisi nama-nama para pegawai yang mungkin hendak diteken karena Juni 2021 hendak berakhir.

Ketika ditanya apakah absensi di Pukesmas Kayulaut diisi para pegawai setiap akhir bulan, M. Rizqi mengaku tidak tahu. “Itu urusan TU, saya tidak urus itu,” katanya enteng.

“Bukankah bapak pimpinan di sini,” tanya wartawan.

BERITA TERKAIT  Pak Polisi...! Tangkap yang Lecehkan Masjidil Haram & Pesantren Musthafawiyah Ini

“Ya, tapi saya tidak urus itu,” jawabnya sang dokter yang menjadi kepala Puskesmas Kayulaut sejak 2018. Ia seolah ingin “\cuci tangan terhadap persoalan itu.

Lalu, media ini meminta daftar absensi Mei 2021. Ternyata meskipun sudah ditunggu sampai sekitar 15 menit, kepala puskesmas itu tak bisa menunjukkan padahal ia sudah meminta seorang staf TU mencarikannya. “Itu bukan urusan saya, itu urusan TU,” kilahnya lagi.

Bobrok dan amburadul. Itulah kesan yang muncul terhadap Puskesmas Kayulaut akibat tidak ada absensi harian pegawai. Terkesan, pegawai boleh masuk kerja, boleh juga tidak. Boleh masuk kerja semaunya, tidak mesti pagi hari.

Padahal,  di puskesmas ini terdapat dua dokter umum, dokter gizi (1 orang), sejumlah perawat dan bidan, serta seorang staf TU. Sang staf TU ini ternyata merangkap sebagai wartawan di Madina  bernama Sarifuddin.

Salah satu absensi, tanggal 29 Juni 2021, belum ada yang teken sama sekali.

Uniknya, ketika Beritahuta.com masih berada di kantor itu, sejumlah pegawai buru-buru menekan setiap lembar absensinya selama Juni 2021. Mereka terlihat berkerumun di ruang TU untuk berebut menandatangani absensi kehadirannya dalam bulan ini.

BERITA TERKAIT  Mengihitung Hari, Sukhairi-Atika Dilantik 28 Juni 2021

Meskipun begitu, sampai sekitar pukul 13.50, absensi tanggal 29 Juni 2021 baru diteken lima pegawai.

Bukan hanya staf, Rizqi Nasution sendiri belum pernah meneken absensi hingga 29 Juni 2021. “Ini absensi saya waktu apel pagi,” katanya setelah mengobok-obok laci mejanya.

Dengan bangga dia menyerahkan absensi itu. Setelah dilihat, hanya diteken sebagian kecil pegawai dan itu pun Maret 2021. “Oh, Maret ya,” katanya, setelah dikasih tahu absensi yang disodorkannya sudah “kadaluarsa.”

Bukan hanya soal absensi. Sebelumnya Beritahuta.com memberitakan ulah pegawai bagian pendaftaran yang makan-makan ala lesehan pada saat jam kerja.

Aksi pegawai di ruang pendaftaran itu disaksikan langsung Rizqi Nasution, namun ia biarkan. “Yang difoto staf saya  di bagian pendaftaran. Mereka makan gorengan di saat pasien tidak ada. Masak saya larang orang mau makan karena kelaparan. Sementara di bagian pendaftaran adalah ibu hamil dan menyusui,” katanya. (*)

Peliput: Henri/Tim

Editor: Akhir Matondang

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here