BERBAGI
CABULI ANAK KANDUNG--Kondisi rumah IM yang dinding papannya sudah agak rapuh membuat warga dengan mudah mengintip ke dalam "gubuk" itu. Dari ulah pengintip inilah terungkap adanya dugaan adegan cabul si ayah terhadap putri kandungnya berinisial Mawar. (foto: akhir matondang)

BERITAHUta.com—Salah satu desa di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut gempar. Seorang ayah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak kandungnya, sebut saja namanya Mawar (16).

Perbuatan cabul tersebut diduga sudah sering dilakukan.  Bahkan warga setempat menduga si ayah, berinisial IM (43), juga melakukan aksi serupa terhadap Melati (14), adik Mawar.

Terungkapnya dugaan perbuatan pelecehan seksual ini berawal dari perbincangan beberapa warga setempat. Salah seorang bercerita ia pernah mengintip di rumah IM dan melihat si ayah meraba-raba di sekitar kemaluan anak kandungnya, Mawar.

Cerita itu pun disambut rekan yang lain. Rupanya mereka sama-sama sudah pernah mengintip di rumah IM. Pun melihat hal serupa, IM meraba-raba bagian tertentu tubuh Mawar.

Karena penasaran seorang warga pada pekan lalu nekat ingin membuktikan apakah benar IM melakukan perbuatan tak senonoh terhadap putri kandungnya.

Sekitar pukul 01.00, IM pulang ke rumah. Berselang beberapa saat, warga tersebut mulai mendekati lobang di dinding rumah. Tak berapa lama setelah merebahkan tubuh di lantai rumah terbuat dari papan, ia menyaksikan tangan si ayah beraksi di sekitar kaki Mawar.

BERITA TERKAIT  Tunaikan Nazar, Atika Azmi Utammi Santuni Sejumlah Anak Yatim di Pakantan

Warga lainnya menyebutkan,  “Saya juga pernah mengintip dan melihat si ayah meraba-raba area sensitif anaknya. Tak lama kemudian, mereka tidak kelihatan lagi dari lobang tempat saya mengintip. Mungkin pindah tempat,” kata warga yang tak mau disebut namanya.

Jika melihat kondisi rumah memang agak memprihatinkan. Ruang depan rumah sederhana itu dijadikan tempat tidur mereka delapan orang, ayah, ibu  serta enam anak.

Jika pun betul IM dan putrinya pindah tempat agar leluasa melakukan mesum seperti diungkapkan warga yang mengintip tersebut, sosusinya ruang dapur.

IM dan keluarganya tinggal tak jauh dari pasar desa setempat. Rumah mereka tampak  sangat sederhana. Selain berada di lahan agak jurang, bangunan terbuat dari kayu itu tampak sudah agak rapuh.

Tak heran, disana-sini terlihat ada lobang untuk mengintip ke dalam rumah. Seorang warga yang mengaku pernah mengintip aksi IM menduga pelecehaan seksual ini sudah kerap dilakukan. Bahkan, korbannya bukan hanya Mawar, tetapi juga Melati.

Sebab, kata dia, dari ungkapan mereka yang pernah mengintip, Mawar tidur di dekat ayahnya. Padahal dia anak sulung atau paling besar dan usianya sudah beranjak mendekati dewasa.

BERITA TERKAIT  Jelang Pilkada Madina, Dukungan untuk Sofwat Nasution Mulai “Mengalir”

“Saya lihat, si ibu tidur pada posisi paling ujung, baru IM, Mawar, selanjutnya berjejer adik-adik Mawar. Ini kan janggal. Mestinya kan si  bungsu yang tidur di dekat orangtuanya. Apalagi anak paling kecil belum sekolah,” ujarnya.

Hotni (40), ibu Mawar membenarkan warga memergoki suaminya melakukan pelecehan terhadap Mawar. “Betul. Malam itu tak lama setelah suami saya masuk rumah, dia (IM) meraba-raba kaki anak saya, tapi begitu anak saya sadar, dia tendang ayahnya sampai terjungkal ke lemari,” sebutnya.

Namun Hotni membantah IM  sering melakukan pelecehan seksual terhadap Mawar. Ia juga membantah jika Melati ikut jadi korban aksi bejat sang suami.

Bantahan serupa disampaikan Mawar.  Meskipun terlihat dia ragu  memberi jawaban, namun dia menyebutkan, “Baru sekali ini. Makanya begitu tahu ada yang meraba-raba kaki saya, saya tendang,” kata ABG (anak baru gede) yang sudah tidak melanjutkan sekolah setelah lulus jenjang SLTP (sekolah lanjutan tingkat pertama) pada tahun lalu. (henri)

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here