BERBAGI
Belasan ribu santri dan warga menyambut kedatangan Sandiaga Salahuddin Uno di Pondok Pesantren Musthafawiyah, Purba Baru, Madina pada Senin (10/12). Foto Fb: Gendut Nasution Hutapuli

BERITAHUta.com—Kerinduan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, bertemu Sandiaga Salahuddin Uno akhirnya tercapai. Belasan ribu warga dan santri secara bersamaan menyapa calon wakil presiden nomor urut 02 itu dengan bersalawat.

Alunan salawat itu begitu membahana di seputaran Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Madina. Tampak Sandiaga yang biasa disapa Sandi begitu semangat ikut mengiringi pembacaan salawat tersebut.

Sesekali Sandi melempar senyum sebagai ungkapan rasa senang serta bangga bertemu para santri dan warga Madina yang memadati tempat acara.

Kehadiran calon wakil presiden nomor urut 02 yang berpasangan dengan H. Prabowo Subianto di pesantren Musthafawiyah Purba Baru, pada Senin (10/12), bukan dalam rangka kampanye Pilpres 2019, tetapi menghadiri undangan Tabligh Akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW.

BERITA TERKAIT  Dewan Pers Perketat Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan pada 2019

Sandi menyampaikan terima kasih kepada pihak Ponpes Mustafawiyah Purba Baru yang telah mengundangnya menghadiri acara tersebut.

“Terima kasih kepada bapak Bakri Nasution  yang sudah mengundang saya ke pondok pesantren yang megah ini. Mudah-mudahan acara ini tidak hanya sampai di sini. Kedepan, semoga ukhuwah persaudaran kita semakin baik. Kegiatan kita ini bukan dalam rangka kampanye, tetapi saya menghadiri undangan tabligh akbar, ” katanya.

Pada kesempatan itu, Sandi  mengajak seluruh umat Islam mengikuti perilaku dan jejak Rasulullah SAW. “Kita jadikan hal ini sebagai modal membangun negeri agar lebih maju dan berkeadilan.”

Untuk menuju kesuksesan membangun negeri, kata dia, ada empat cara. Yaitu dengan “4-as”: kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Jika keempat itu bisa dilaksanakan, cita-cita dan harapan membangun bangsa bisa terwujud.

BERITA TERKAIT  "Korban Muara Saladi Itu Juara MTQ dan Pandai Meniru Suara Kucing"

H. Bakri Mustafa Nasution menyebutkan, pondok pesantren yang dipimpin berazaskan ahli sunnah waljamaah dan pesantren tertua di Sumut, yakni berusia 106 tahun. Saat ini terdapat sekitar 12 ribu santri yang sedang menuntut ilmu di sana.

“Terima kasih atas kelapangan waktu Pak Sandiaga memenuhi undangan kami. Atas nama pondok pesantren, kami sangat senang, bangga dan terharu kita bisa bersilaturrahmi dengan salah seorang putra terbaik bangsa,” katanya.

Bakri Mustafa berharap kunjungan Sandi kali ini bukan yang terakhir, dan diharapkan kedatangannya lagi pada masa mendatang. (tim-01)

 

 

 

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here