BERBAGI
Foto: Ilustrasi (Istimewa)

BERITAHUta.com—Borok-borok jelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Parsadaan Alumni SMA Negeri Sada (Pasmada) Panyabungan, Madina mulai terkuak. Informasi terbaru, panitia diduga tidak memiliki ART (Anggaran Rumah Tangga) organisasi ini sebagai acuan melaksanakan Munas.

Tidak jelas apakah informasi ini betul atau tidak. Jika betul, dugaan adanya intrik-intrik yang dilakoni pihak-pihak tertentu makin terang-benderang.

Di laman website Pasmada.or.id memang hanya ada AD (Anggaran Dasar) Pasmada, tidak terlihat ART. Padal idealnya, dua-duanya sejalan. Dimana ada AD, disitu pun terdapat ART.

AD adalah keseluruhan peraturan umum meliputi pengaturan langsung kehidupan organisasi dan hubungan organisasi dengan anggota. Tujuannya, untuk menciptakan tatanan organisasi. Mengatur anggota untuk kerja sama menjalankan aktivitas organisasi.

Sedangkan ART merupakan penjelasan lebih lanjut dari poin-poin dalam AD. Seperti keanggotaan organisasi, hak dan kewajiban masing-masing anggota, hak dan kewajiban pengurus, urusan administrasi, dan lain-lain.

Ketika media ini mengkonfirmasi mengenai dugaan hilangnya AD atau ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga)  Pasmada kepada Zulkifli Lubis, sekretaris umum Pasmada, melalui WhatsApp (Wa) pada, Selasa sore (17/8-2021), pukul 17.38, hingga berita ini terbit dia tidak memberikan komentar.

Aksi “tutup mulut” juga dilakukan Hasan Basri Daulae, ketua Panitia Munas ke-2 Pasmada, yang ditunjuk tidak sesuai mekanisme organisasi. Ia tidak bersedia mengomentari mengenai dugaan tidak adanya ART Pasmada jelang pelaksanaan Munas yang menurut rencana dilaksankan pada, Sabtu (21/8-2021).

BERITA TERKAIT  Tanggapi Pernyataan Ketua MPC PP Madina, Dahlan Hasan Panik, Ada Apa, Apa Ada...?

Sejumlah alumni menyebutkan karena dalam suasana pandemi covid-19, kegiatan Munas dilakukan melalui video conference via zoom meeting dan peserta tatap muka berada di salah satu ruangan di kantor BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) RI di Jakarta.

“Jika tidak ada ART, lalu apa acuan menyelenggarakan Munas ini. Bukankah tata tertib (Tatib) Munas harus sejalan dengan AD dan ART,” kata alumni yang tak mau ditulis namanya pada, Selasa sore (17/8-2021).

Organisasi Pasmada merupakan kumpulan para alumni SMA Negeri 1 Panyabungan. Anggotanya terdiri dari berbagai profesi. Mereka tersebar di sejumlah kota di Indonesia.

Meskipun organisasi Pasmada tergolong besar, tapi proses pembentukan pantia Munas ke-2  terkesan “abal-abal” karena hanya ditunjuk orang-orang tertentu. Mengabaikan kepatutan dan kebiasaan dalam berorganisasi. Dengan kata lain, ketua pantia dan sekretaris bukan ditentukan melalui rapat formal.

Uniknya, tiba-tiba pada Selasa siang (17/8-2021), Hasan memposting informasi melalui grup Wa Pasmada yang menyebutkan, untuk efektifitas kegiatan Munas, panitia sudah membuat FGD (Forum Grup Diskusi) Munas.

Grup ini, kata dia, fokus memberikan masukan dalam pelaksanaan Munas. Hasilnya antara lain terkait: peserta Munas dan syarat calon ketua umum.

Tidak jelas siapa-siapa anggota grup ini, namun patut diduga terdiri dari satu kelompok tertentu. Di dalam grup inilah, mereka kongko-kongko menyusun strategi yang bakal dilakukan pada jelang dan saat Munas nanti.

BERITA TERKAIT  Warga Sibanggor Julu dan Sekitarnya Masih Trauma Peristiswa Gas Beracun PT SMGP

“Mestinya teknis pelaksanaan Munas, termasuk syarat calon ketua umum dan peserta dibahas setelah Tatib disahkan. Bukan dibahas diluar Munas, apalagi mereka hanya sebagian kelompok kecil saja,” kata seorang alumni milenial.

Lebih lucu lagi, kata dia, Hasan menyebutkan agar saat pelaksanaan Munas peserta tidak debat kusir, FGD sudah menjaring dan membuat syarat calon ketua umum. Dalam penjaringan mereka, didapat empat kandidat, yaitu: Ilham Sukri (angkatan 1984); Edi Suratman (1987), 3. Ali Ahmad (1991) dan 4. M. Yusuf (2000). “FGD sudah mengambil alih hak anggota yang punya hak suara,” ujarnya.

“Boleh saja membuat draf Tatib di FGD agar proses pembahasan pada saat rapat pleno lancar, tetapi harus disahkan melalui floor,” tambahnya.

Terkait hilanya ART, alumni senior di Medan, mengaku aneh jika hal itu benar. “Kalau enggak salah dulu ada (AD/ART) dalam website Pasmada, apa betul sekarang sudah tidak ada. Ini perlu kejelasan dalam Munas nanti, tapi kalau memang betul tidak ada ya?” katanya.

Dia melanjutkan, “Kita lihat saja nanti. Mudah-mudahan setelah anda beritakan, ART itu di-share pengurus Pasmada atau panitia di grup Pasmada. Mungkin hanya disimpan sementara, lihat situasi dan kondisi dulu,” sebut sembari tertawa. (*)

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here