BERBAGI
Bakal calon perseorangan Pilkada Madina 2020: Muhamad Idris Lubis MT-Imran Khaitamy Daulay (foto: istimewa)

BERITAHUta.com—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut memutuskan menolak berkas dukungan bakal calon perseorangan Muhamad Idris Lubis-Imran Khaitamy Daulay (Idris – Imran) disebabkan jumlahnya tidak cukup sesuai ketentuan.

Berdasarkan hasil perhitungan manual yang dilakukan pada 23-26 Februari 2020 yang dituangkan dalam Berita Acara (BA) 1 KWK perseorangan, dari 25.942 berkas yang diserahkan tim pasangan dengan jargon “Maju Beriman” ini, sebanyak 2.428 di antaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Sehingga total keseluruhan hanya 23.514 dukungan.

Dengan kata lain jumlah tersebut kurang dari syarat minimum yang ditentukan perundangan-undangan, yaitu: 25.281 dukungan atau tidak mencukupi.

Begitu dinyatakan ditolak karena tidak mencukupi syarat minimum, lalu KPU Madina menyerahkan berkas BA.1. KWK Perseorangan itu kepada  tim LO (liaison officer) Idris – Imran.

Paripurna KPU Madina terkait hasil penghitungan syarat dukungan yang diaiukan bakal calon perseorangan Idris-Imran berlangsung, Rabu malam (26/2-2020). FotoL Istimewa

Keputusan syarat dukungan tidak mencukupi dari bakal calon perseorangan dalam Pilkada Madina 23 September 2020 tersebut dijelaskan komisioner KPU Madina, pada Rabu (26/2-2020), sekitar pukul 22.30, di Aula KPU Madina Jl. Merdeka No. 2 Panyabungan.

BERITA TERKAIT  Pedagang “Curhat” ke Ir. H. Zubeir Lubis, Pasar Mompang Jae Sempit

Dalam kesempatan itu, selain Ketua KPU Madina Fadilla Syarif, turut hadir komisioner lainnya, yaitu: Ahmad Faisal, Muhammad Ikhsan, Muhammad Yasir Nasution, Muhammad Husein Lubis. Tampak juga komisioner Bawaslu Madina: Maklum Palawi dan Aliaga Hasibuan.

Fadilla Syarif mengatakan berkas bakal calon perseorangan yang dicek antara lain B1 KWK yang ditandatangani atau dibubuhi cap jempol dan ditempel  fotocopy E-KTP atau dilampiri fotocopy surat keterangan.

Menurutnya, sejak Minggu (23/2-2020), tim yang ditugaskan telah melakukan pengecekan siang dan malam untuk memastikan keabsahan dokumen dukungan perseorangan yang diajukan Idris-Imran.

Seluruh rangkaian kegiatan pengecekan, kata dia, dilakukan secara transparan yang disaksikan tim LO bakal calon perseorangan tersebut serta pihak Bawaslu. “Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi dalam proses ini,” katanya.

BERITA TERKAIT  DR. Afriadi S. Hasibuan, MPA., M.Com: Jika Petahana Dinilai Gagal, Harus Ganti

Menurutnya, KPU Madina memutuskan menolak berkas dukungan yang diajukan karena jumlahnya tidak mencukupi sesuai persyaratan minimum bagi calon perseorangan pada pilkada serentak 2020 yang untuk Madina minimal sebanyak 25.281 dukungan. “Setelah dilakukan pengecekan hasilnya kurang dari angka minimum yang ditetapkan,” jelasnya.

Berdasarkan Peraturan Bawaslu Nomor 15 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Pilkada. Bagi bakal calon pasangan perseorangan yang dinyatakan ditolak, masih dapat menempuh upaya hukum dengan mengajukan gugatan sengketa terhadap Berita Acara 1 KWK  Perseorangan yang dikeluarkan KPU Madina ke Bawaslu pada tenggang waktu tiga hari setelah ditetapkan.

Terkait keputusan KPU Madina ini, baik Idris-Imran maupun tim LO belum bisa dikonfirmasi sehubungan begitu rapat pleno usai tim LO langsung meninggalkan aula. (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here