BERBAGI
Salah satu siswa peserta IID 2022 dan Salbiah, S.Ag., MM. (dua dari kanan), menunjukkan hasil karya mereka yaitu kertas yang terbuat dari genjer. Mereka didampingi H. Khairuddin Lubis (kiri), ketua komite sekolah tersebut. (foto: akhir matondang)

BERITAHUta.com (Panyabungan)—Salut bagi pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mandailing Natal (Madina), Sumut. Catatan prestasi terus mereka ukir. Terakhir, sekolah ini berhasil menjuarai lomba program riset pada ajang Indonesia Inventors Day (IID) 2021.

Keberhasilan siswa-siswi MAN 1 Madina tak sekadar mengharumkan nama daerah, tetapi bangsa dan negara. Sebab ketika panitia menyebutkan nama sekolah, selalu dibarengi dari Indonesia. Event ini memang melibatkan berbagai negara, dan semua pembicaraan selama lomba berlangsung menggunakan bahasa Inggris.

“Ini menjadi contoh para pelajar sangat perlu menguasai bahasa Inggris,” kata Salbiah, S.Ag., MM., kepala MAN 1 Madina pada, Kamis (13/1-2022).

IID 2021 baru-baru ini digelar di Denpasar, Bali diikuti 23 negara. “Di sana tidak disebutkan nama provinsi kita, apalagi nama kabupaten. Yang disebutkan, Indonesia,” ujar Salbiah.

Dia menyebutkan, proses persiapan lomba tidaklah semudah yang dibayangkan. Banyak kendala dialami siswa, termasuk para pembimbing. Namun berkat dukungan dari berbagai pihak, secara perlahan setiap kendala dapat diatasi.

BERITA TERKAIT  Ribuan Santri Musthafawiyah Purba Baru Ikut Pemakaman 3 Korban Angkot “Maut”

“Tidak sia-sia semua pengorbanan dan dukungan dari berbagai pihak sehingga siswa-siswi kami berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional,” katanya.

Kertas yang dipakai menulis dalam bingkai terbuat dari sayuran, genjer. Ini hasil karya siswa-siswi MAN 1 Madina.
Kertas yang dipakai menulis dalam bingkai terbuat dari sayuran, genjer. Ini hasil karya siswa-siswi MAN 1 Madina.

Meskipun program riset tergolong baru di MAN 1 Madina, tapi sudah terbukti sekolah ini pantas menyandang gelar “madrasah riset”. Ini tidak lepas dari jerih payah para guru pembimbing dan kemauan dari siswa-siswi itu sendiri.

Disebutkan, pada event IID tersebut, siswa-siswi MAN 1 Madina terbagi dalam dua tim, yakni tim Tasjer (Kertas dari daun genjer). Tim ini berhasil meraih medali perak dengan bimbingan Zuraidah Hasibuan, S. Pd. dan Lely Safitri Ritonga. Siswanya adalah Ika Aidil Putri (XII-MIA 1), Muhammad Farhan (XII-IIS 1), Lily Fitri Hasanah (XII-MIA 2) dan Eni Alfiyah (X-Bahasa).

BERITA TERKAIT  In Memoriam: Selamat Jalan Muhammad Nekson Tanjung

Sedangkan tim Baker (Batubata dari limbah masker), berhasil meraih medali perunggu dengan guru pembimbing Wahyu Alim, SPd, sedangkan siswanya:  Khoirun Nisa Pulungan (XII-MIA 8), Diana Marini Nasution (XII-IPS 1), Aisyah Sodiah (X-MIPA 6), Fitri Aliyah (X-MIPA 8), dan Marfah Ronaito (X-IPS 1).

Salbiah menyampaikan terima kasih kepada wali murid yang telah turut membantu sehingga MAN 1 Madina bisa ikut mengikuti event tersebut. “Terus terang, jika tidak dibantu wali murid peserta kami tidak punya cukup dana untuk berangkat disana. Bukan hanya dibantu beli tiket pesawat, bahkan untuk makan disana pun kami mereka bawakan, seperti rendang dan kuah kacang pecal. Ini karena para wali murid tahu di Bali agak susah cari makanan yang pas dengan kita,” jelas Salbiah. (*)

Editor: Akhir Matondang 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here