BERBAGI
DESTINASI MANDAILING--Sedikitnya 20 peserta dari Forum Group Diskusi (FGD) Penulisan Ensiklopedia Kawasan Danau Toba mengadakan pertemuan di Hotel Karibia Boutique, Medan, belum lama ini. Setidaknya dua destinasi wisata Mandailing yang bakal masuk dalam ensiklopedia tersebut, yaitu Candi Simangambat dan Sungai Batang Gadis. (foto: istimewa)

BERITAHUta.com—Sedikitnya 20 penulis mengikuti FGD Penulisan Ensiklopedia Kawasan Danau Toba yang berlangsung di Hotel Karibia Boutique, Medan, belum lama ini. Para peserta berasal dari Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh.

Ke-20 penulis merupakan peneliti, budayawan, akademisi, dan jurnalis. Secara keilmuan, FGD (Forum Group Diskusi) dipimpin Prof. Robert Silaban, akademisi dari FIB USU (Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara).

Kegiatan dibuka Irini Dewi Wanti, S.S., M.SP., kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh dan Sumut. “Kegiatan ini merupakan bagian dari program enam pembangunan super prioritas nasional. Salah satunya adalah super prioritas kawasan Danau Toba,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Ia menyebutkan, kawasan Danau Toba bukan sebatas obyek wisata Danau Toba saja, tetapi termasuk obyek wisata dan budaya kawasan pendamping.

BERITA TERKAIT  Disaat Terancam Punah, Bakhsan Parinduri Lahirkan Kamus "Mandailing-Indonesia"

Termasuk di dalamnya Angkola dan Mandailing Natal (Madina). Karena itu, kegiatan ini juga melibatkan para peneliti dan penulis dari Angkola-Mandailing.

Dari Mandailing diwakili Askolani Nasution, sementara Angkola diwakili oleh Tikwan Raya Siregar dan Asharuddin Hutasuhut. Sebagai koordinator Angkola-Mandailing ditunjuk Nasrul Hamdany Harahap, staf di BPNB Aceh.

Tim ini bakal menyusun 500 entri berkaitan lima entnis kawasan Danau Toba, yakni Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, dan Angkola Mandailing.

Setiap orang bertugas melakukan penelitian rata-rata 25-50 entri wisata dan budaya daerahnya. Setiap entri sekurang-kurangnya dinarasikan dalam 300-400 karakter, atau setara dengan satu halaman kuarto MS Word.

Kenapa sebuah ensiklopedia penting? Selama ini destinasi wisata kita hanya menyuguhkan antraksi saja, bahkan ada yang minim kemasan budaya. Sebab itu wisatawan seharusnya bisa segera mengakses berbagai khazanah wisata dan budaya daerah dengan mudah. Tidak mesti tanya sana-sini, tetapi dapat aksestabel.

Menyadari hal itu, Ensiklopedia Kawasan Dana Toba nanti dikembangkan dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Tentu disertai gambar dan konten secara komprehensip.

BERITA TERKAIT  Jelaskan Soal “Pekan”, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Madina Diduga Berbohong

Destinasi wisata dari Kawasan Madina diwakili Candi Simangambat dan Sungai Batang Gadis. Pemilihan Sungai Batang Gadis karena sungai ini melintasi nyaris seluruh wilayah Madina. Karena itu sentuhan peradabannya juga lebih luas.  (Askolani Nasution)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here