BERBAGI
PENGARAHAN--Ketua Dekranasda Madina Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution menyampaikan pengarahan pada rapat pengurus Dekranasda setempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (20/8/2025). (foto: akhir matondang)

PANYABUNGAN, BERITAHUta.com—Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Mandailing Natal (Madina), Sumut dalam waktu dekat bakal membuka tiga gerai di Panyabungan sebagai tempat memasarkan produk IKM (Industri Kecil Menengah).

Tiga gerai tersebut direncanakan berada di kantor Dekranasda Madina di jalan lintas timur Panyabungan, Hotel Rindang, dan areal Taman Rajabatu. Bahkan, tahun depan gedung pemasaran Dekranasda dibangun di areal Pasar Baru Panyabungan.

“Insyaallah Dekranada Madina membuka gerai secara bertahap mulai September ini,” kata Ketua Dekranasda Madina Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution saat memimpin rapat pengurus Dekranasda setempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (20/8/2025).

Rapat pengurus Dekranasda ini merupakan kali kedua setelah mereka dilantik pada, Senin (16/6/2025). Sebelumnya, usai pelantikan tersebut, pengurus juga sudah melakukan pertemuan di Pendopo Rumah Dinas membahas secara global program kerja 2025-2026.

Ny. Yupri Astuti menjelaskan gerai pemasaran dipandang perlu sebagai salah satu solusi memajukan ekonomi kreatif di daerah ini. Hingga saat ini masih banyak potensi IKM tak dapat berkembang dengan berbagai alasan, salah satunya terkendala pemasaran produk.

BERITA TERKAIT  Ketua DPRD Madina Teken Rekomendasi, Warga Singkuang 1 Diminta Tinggalkan Lokasi PT RPR

“Potensi itu masih tersembunyi, baik bidang SDM (Sumber Daya Manusia) maupun SDA (Sumber Daya Alam). Ini antara lain tujuan kami membuka gerai, menghidupkan potensi yang selama ini tidak tampak, ” kata Ny. Yupri Astuti.

Dia berharap dengan adanya gerai Dekranasda yang melibatkan berbagai pihak, ekonomi kreatif di Madina dapat lebih berkembang sehingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang punya talenta di bidang ini.

“Dekranasda juga melakukan pembinaan, baik keterampilan sesuai bidangnya, kualitas produk, manajemen, pelabelan, packaging dan jika memungkinkan dibantu permodalan,” katanya.

Ketua Harian Dekranasda Madina Parlin Lubis memaparkan enam program komprehensif dalam mengembangkan IKM berkelanjanjutan di daerah, yakni: kemitraan, wirausaha baru,  promosi dan humas, pendanaan, daya saing, serta manajemen usaha.

“Program kemitraan, misalnya, Dekranasda berencana membuka akses pasar dan memperluas jejaring. Lalu, wirausaha baru, kami upayakan lahir pengrajin-pengrajin baru dengan terlebih dulu memberikan mereka pelatihan sesuai bidang yang ditekuni,” kata Parlin Lubis, yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Madina.

BERITA TERKAIT  Pak Kadis Pendidikan Madina, Copot Kepsek SMPN 6 Siabu! Sedih Lihat Sekolahnya

Dalam hal label sertifikasi, kata dia, pihaknya juga siap membantu pengrajin sehingga produk tersebut layak dipasarkan secara nasional atau internasional. Saat ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian Madina sedang melakukan uji produk minyak oles untuk pengobatan tradisional di Baristand (Balai Riset Standardisasi) Industri Padang.

Produk ‘minyak obat’ yang kerap di jual di pasar-pasar tradisional di Madina ini antara lain terbuat dari kelapa hijau, daun sereh wangi, cengkih, kulit manis dan rempah lainnya. Hal serupa juga bakal dilakukan terhadap minyak Jaranto yang diproduksi di Kotanopan.

“Itu sekadar contoh. Sehingga produk tersebut nanti bisa dipasarkan secara luas seperti di apotek dan toko obat. Tentu saja, disertai label halal,” jelas Parlin. (*)

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI