SHARE
Calon bupati Mandailing Natal H.M. Sofwat Nasution disambut penampilan kuda lumping saat hendak melakukan kampanye terbatas di Desa Sidojadi, Kecamatan Bukit Malintang, Madina, Minggu sore (11/10-2020).

BERITAHUta.com—Masyarakat Desa Sidojadi, Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina), Sumut menyambut meriah kedatangan calon bupati H.M. Sofwat Nasution dengan menampilkan kuda lumping, Minggu sore (11/10-2020).

Sekitar 300 meter dari jalinsum, Sofwat Nasution berjalan masuk gang menuju rumah tempat acara. Tak jauh sebelum tiba di lokasi, ia disambut penampilan kuda lumping dan diarak sampai tiba di halaman rumah tempat pertemuan.

Masyarakat tampak begitu ramai menyambut kedatangan calon bupati Madina ini. Apalagi sore itu cuaca sangat mendukung.

Sofwat Nasution berjalan sekitar 300 meter dari jalinsum sembari diarak penampilan kuda lumping.

Kunjungan di Desa Sidojadi merupakan rangkaian kampanye tatap muka pasangan H.M. Sofwat Nasution dan Ir. H. Zubeir Lubis (Sofwat-Beir).

Begitu tiba di halaman rumah yang begitu luas, para pemain kuda lumping masih beraksi. Sementara Sofwat Nasution didamping tokoh-tokoh masyarakat tampak serius menyaksikan atraksi kesenian Jawa tersebut sembari sesekali bincang-bincang sesuatu.

Pertemuan silaturrahmi disambut hangat masyarakat Sidojadi yang 90 persen berdarah Jawa. Tak cuma ruang tengah dan ruang tamu yang penuh diisi kaum lelaki dan perempuan, halaman rumah pun ramai karena rumah besar itu tidak kuasa menampung antusias warga.

BERITA TERKAIT  “Negeri Beradat Taat Beribadat, Pemimpinnya pun Mesti Taat Beribadat”
Sofwat Nasution melambaikan tangan saat hendak meninggalkan tempat acara.

Suyitno, tokoh masyarakat, menyatakan terima kasih atas kehadiran Sofwat Nasution di desa mereka. “Alhamdulillah bapak berkenan hadir di desa kami. In shaa Allah kami siap memenangkan pasangan Sofwat-Beir di sini. Kami yakin Pak Sofwat bakal jadi bupati Madina,” katanya.

Ia berharap jika Sofwat Nasution sudah menjabat bupati, kebijakan yang dikeluarkan harus menyentuh kepentingan masyarakat secara menyeluruh.

“Umumnya kami bertani. Tolong pak nanti ada upaya-upaya meningkatkan hasil produk pertanian, dengan harga jual yang layak,” ujar Suyitno.

Menanggapi pertanyaan Imah, seorang kaum milenial perempuan Sidojadi, Sofwat Nasution menyebutkan, “Sebenarnya saya ingin istirahat setelah lama dinas di militer dan penugasan di sipil. Namun ada keinginan dan dorongan tokoh-tokoh Mandailing di Jakarta serta tokoh-tokoh Madina di sini agar saya bersedia pulang kampung mengabdikan diri terhadap masyarakat,” sebutnya.

BERITA TERKAIT  Saat Terima Kunjungan M. Sofwat Nasution, Tuan Royhan: Margonti Mantong Majolo..

Dorongan itu, lanjutnya, setelah mereka melihat berbagai permasalahan di Madina. Apalagi berdasarkan data-data resmi, kabupaten ini masih tertinggal dibanding kabupaten lain di Sumut.

“Saya bersama komponen masyarakat ingin bersama-sama membangun daerah kita, dengan mengusung visi dan misi: mewujudkan Madina yang religius, cerdas dan sejahtera,” katanya.

Sofwat Nasution bersama sebagian kaum ibu yang ikut acara silaturrahmi.

Jika masyarakat memberi amanah kepada Sofwat-Beir untuk memimpin Madina, kata dia, paling utama dibenahi adalah masalah agama. Sofwat Nasution ingin mewujudkan kabupaten ini sebagai serambi Mekkah-nya Sumut.

Lalu  peningkatan kualitas pendidikan generasi muda. Dalam hal ini terkait pula menyangkut kesejahteraan kalangan pendidik, baik negeri maupun swasta “Termasuk pemberian bea siswa bagi siswa berprestasi,” katanya.

Seirama dengan kedua hal itu, pemerintahan Sofwat-Beir fokus menata kembali ekonomi dari semua sektor penghasilan masyarakat Madina. “Kita ingin menata dan berbenah,” ungkapnya. (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here