BERBAGI
Foto: Ilustrasi (istimewa)

BERITAHUta.com—Ini peringatan bagi kita agar lebih hati-hati dan tidak sembrono menyimpan uang. Seorang ASN (aparatur sipil negara) di Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sumut harus gigit jari akibat uang yang ditaroh di bagasi sepeda motornya raib dicuri orang tak dikenal.

Nasib dialami Lian (57), bukan nama sebenarnya, terasa sangat “menyengat” di saat ekonomi sulit seperti sekarang. Apalagi arirayo Idul Fitri tinggal menghitung hari sudah tiba.

Ceritanya, Jumat sore (7/5-2021), Lian bermaksud salat azar di Masjid Raya Walqurra Walhuffaz, Pasar Lama, Panyabungan, Madina. Ia pun memarkir sepeda motor Mio miliknya di depan masjid tersebut.

Entah ingat atau tidak di bagasi sepeda motor ada uang, begitu memarkir kendaraan Lian langsung bergegas menuju tempat wudhu.

Lalu, sang ASN Pemkab Madina, ini masuk ke dalam masjid, sementara uang senilai Rp18 juta lebih tetap di bagasi sepeda motor.

BERITA TERKAIT  Lebih 250 Mobil Digelapkan, Polisi Tangkap 5 Pelaku Penipu Modus Sewa Kendaraan

Usai salat azar berjamaah, Lian menuju parkir sepeda motor. Ia pun menghidupkan mesin kendaraan hendak pulang ke rumahnya.

Begitu tiba di kediaman yang tak begitu jauh dari Masjid Raya Walqurra Walhuffaz, Lian berniat memindahkan uang dalam bagasi sepeda motor ke dalam rumah. Alangkah kaget, ketika dia tahu uang tersebut tidak di tempatnya lagi.

Badan lemas, wajahnya pucat. Ia pun memberi tahu keluarga uang di dalam bagasi sepeda motor raib diambil orang. Namun, apa mau dikata, hepeng sudah pindah tangan.

Tak lama kemudian, sekadar ingin tanya-tanya terhadap warga yang berdagang di sekitar lokasi parkir motor, Lian berjalan kaki menuju masjid tersebut.

BERITA TERKAIT  Yusuf,  Si “Belut” dari Panyabungan yang Belum Jera Bermain Narkoba

Sayang, tak seorang pun mengaku menyaksikan aksi pelaku mengkutak-katik Mio miliknya, apalagi melihat orang yang mengambil uang dalam bagasi sepeda motor.

Belum diketahui asal-asul Lian menerima uang tersebut, apakah dari bank atau hasil transaksi bisnisnya. Selain ASN, korban punya kegiatan usaha jual-beli, seperti: mobil, sepeda motor, dan tanah.

Beberapa pengurus Masjid Raya Walqurra Walhuffaz  yang ditanya mengaku tidak mengetahui musibah dialami Lian. “Kebetulan pada Jumat sore saya tidak salat azar berjamaah di masjid,” kata Manaf, salah seorang pengurus masjid.

Hikmahnya, kita semua harus lebih hati-hati dan tidak sembrono menyimpan uang atau barang berharga lainnya.

Apalagi mau Lebaran seperti sekarang, biasanya aksi kejahatan meningkat. Kata Bang Napi: waspadalah!!! (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here