BERBAGI
TIDAK KONDUSIF--Suasana TPS-001 Kampung Baru sedang tidak kondusif. Seorang warga yang mengaku sudah 17 tahun di Kampung Baru, tercatat dalam DPT, tapi karena KTP hilang ia tidak bisa masuk TPS. (Foto-Foto: Akhir Matondang)

BERITAHUta.com—Situasi di sekitar TPS-001 Desa Kampung Baru, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Sumut) saat ini sedang tidak kondusif. Pemicunya, tidak ada dalam menentukan aturan warga yang bisa mencoblos di TPS (tempat pemungutan suara).

Hingga berita ini ditulis Sabtu siang, (24/4-2021), pukul 12.10 situasi masih tegang. Mereka menunggu pihak KPU Madina datang untuk mneyelesaikan persoalan yang muncul.

Pukul 12.10 tim Brimob berseragam hitam-hitam diturunkan ke sekitar TPS karena situasi tidak kondusif.

Sementara M. Palawi, komisioner Bawaslu Madina, tidak bisa berbuat banyak menghadapi ceceran pertanyaan puluhan warga dan tim pemenangan salah satu paslon. Ia pucat tampak pucat pasi. Beruntung dikawal ketat aparat keamanan.

BERITA TERKAIT  Purnawirawan TNI Ini Siap Menangkan Sofwat-Beir di Muara Batang Angkola

“KTP namangolu ipamate, namate ipangolu,” teriak warga.

“Saya sudah 17 tahun disini, setiap pemilu saya ikut memilih. Kenapa saya tidak sekarang tidak bisa memilih,” katanya.

Seorang Parniati Simangunsong, warga Kampun Baru menyebutkan, anaknya memilih, suami ikut memilih, tapi dia sendiri tidak bisa memilih.

“Mau curang aja kerjaan kalian. Ini permainan semua. Yang meninggal dihidupkan, yang hidup ditiadakan,” kata warga.

Ada juga warga baru menetap di Kampung Baru sejak Desember 2020, dan KTP-nya baru keluar per 22 April 2021, tetapi dia bisa memilih.

BERITA TERKAIT  “Game Over”, dan “Goodbye” Dahlan Hasan Nasution

Ada warga yang lahir dan besar di Kampung Baru, tercatat dalam DPT, justru tidak bisa memilih.

Saat berita ini ditulis suasana masih mencekam. Warga dan mereka yang merasa dirugikan menunggu pihak KPU melakukan klarifikasi.

Warga dan tim pendukung paslon berkumpul di sejumlah titik menyampaikan unek-unek mereka. Aparat kepolisian dan TNI terus berjaga. Terkadang akibat keributan, proses pemilihan di TPS terhalang.

Rudi Hermanto, anggota DPRD Sumut, yang datang ke TPS-001 secara singkat menyebutkan. “Ini tidak kondusif, saya pergi sajalah,” katanya (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

2 KOMENTAR

  1. Sedikit saran, dari dua berita yang saya baca di media ini (Paslon Suka menang, Dahwin Keok dan berita ini) terasa berita ini tidak “soheih” karena hari Kamis, 24/04/2021. Harusnya hari Sabtu, 24/04/2021. Terima kasih. Pak Pemred.

    • Pertama terima kasih atas koreksinya. Maaf saya baru sadar ada kesalahan hari setelah baca komen sudara. Tadi memang serba sulit, disatu sisi kami harus cepat memberi informasi. Disi lain, tempat untuk kerja membuka laptop sangat susah. Lopo2 semua penuh orang makan dan minum, sementara saya puasa. Ruma2 warga tutup karena khawatir rusuh. Lokasi TPS, tempat saya berada, hampir dipenuhi aparat keamanan. Disatu sisi buat berita, di satu sisi polisi sibuk menenengkan dan membubarkan massa. Ah, serba panik memang. Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih atas koreksinya, dan sudah kami betulkan sebagaimana mestinya. Salam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here