BERBAGI
Nisah

BERITAHUta.com—Alhamdulillah, empati terhadap dilema Khoirunnisah, hafidz Qur’an asal Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) makin menyebar. Selasa petang (8/6-2021), para parjagal sere menyerahkan bantuan senilai Rp7 juta rupiah.

Bantuan tersebut dikumpulkan oleh seorang parjagal sere (pedagang emas-red) di Pasar Baru, Panyabungan dari rekan-rekannya.

“Nilainya memang tak seberapa, tapi ini bukti rasa persaudaraan kami. Bukti kami ikut bangga terhadap prestasi Nisah,” kata seorang pemilik toko emas yang tak mau ditulis namanya saat mengantar bantuan ke Binsar Nasution, salah seorang koordinator “Donasi Pendidikan Nisah.”

Ia menyebutkan, dengan bantuan mereka yang jumlah tak seberapa tersebut, diharapkan dapat membantu pendidikan Khoirunnisah di Al-Azhar, Mesir.

BERITA TERKAIT  Aset SMPN 6 Siabu Terlantar, Kepala DInas Pendidikan Madina Diminta Mundur

Selain itu, diharapkan menjadi penggugah bagi masyarakat lainnya untuk turut gotong royong membantu pendidian santri tahfidz Qur’an yang kerap menjuarai berbagai event baca Al-Qur’an tersebut. “Semoga tak ada penghalang bagi Nisah untuk menuntut ilmu di Mesir. Dia aset kita,” harapnya.

Donasi lainnya yang diterima Nisah, hari ini, Selasa (8/6-2021), adalah dari dermawan asal Padangsidimpuan senilai Rp8 juta.

Bantuan diserahkan langsung Roy Efendi Subarja, utusan Sekda Tapanuli Selatan, kepada Nisah di rumahnya, Banjarsibaguri, Panyabungan III.

Nisah adalah santri Darul Ikhlash Dalan Lidang, Panyabungan. Ia lulus beasiswa uang kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Karena kondisi ekonomi yang tak mendukung, ia nyaris tak jadi menuntut ilmu di sana.

BERITA TERKAIT  Pak Polisi...! Tangkap yang Lecehkan Masjidil Haram & Pesantren Musthafawiyah Ini

Namun Allah swt berkhendak lain. Begitu media ini memberitakan kegundahan dialami Nisah, akhirnya anak bungsu dari lima bersaudara yang ditinggal ayahnya sejak belum SD, bisa mendapatkan dana untuk dapat melanjutkan pendidikan Al-Azhar.

Bahkan, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeckshah langsung menghubungi Nisah melalui telpon dan membayar biaya daftar ulang dan transport sebesar Rp15.575.000,-.

Sehari berikutnya, Mudir Musthafawiyah Purba Baru dan beberapa rekannya menyerahkan langsung Rp11 juta kepada Nisah. (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here