Elli Bode: Kentut Bupati dan DPRD Madina Saja Tak Tanggapi Aspirasi Kami

BERITAHUta.com—Pemilik akun facebook Elli Pulungan Bode kembali berulah di media sosial. Kali ini, dia menyebut pernah menyampaikan aspirasi kepada bupati dan DPRD Mandailing Natal, Sumut, namun kentut mereka saja tidak bunyi untuk menanggapi persoalan yang diutarakannya.

Tentu saja kalimat Elli itu mendapat tanggapan dari pengguna medsos lain, bahkan sempat saling berdebat. ”Bagus kali bahasa Ibu Elli di media ini bu, memang begitu rupanya di luar negeri kalau membicarakan kampung, maaf kalau saya usil,” kata Masdewarni Hasibuan.

Masalahnya, kata Masdewarni, mungkin di luar negeri orang tidak mengerti apa itu untut (kentut-red). Tetapi bagaimana dengan di Panyabungan, kepada siapa ibu yang bicara sebelum ini, berarti untut merekalah yang tidak mangkuling.

Kan bu. Harusnya ibu sebagai perempuan dan mungkin seorang tokoh internasional harus menunjukkan bahasa, budaya, sikap dan perilaku yang menjadi contoh buat orang-orang Indonesia,” kata Masdewarni dengan kalimat yang santun dan berwawasan.

Apalagi, masih kata dia, untuk kampung sendiri Longat. Tidak selalu ikut manggarai-garai orang kampung sendiri. “Jadilah ibu sinar dan panutan untuk negeri sendiri. Bukan untuk mencaci maki. Bersyukurlah di era Jokowi bagus negeri ini, untuk seluruh Indonesia, “ katanya.

Ungkapan Masderwani itu berawal dari postingan akun fb milik Iskandar Hasibuan, pada Senin (6/5), pukul 23.40, yang menampilkan foto jalan di Gunung Baringin (Panyabungan Timur) dengan narasi: Sejarah 20 tahun Madina, baru inilah jalan keliling Gunung Baringin, mudah-mudahan pembangunan sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. Utamakan kualitas.

Elli pun membuat komen singkat: Hebatnya era Jokowi.

Lalu, beberapa menit kemudian, dia membuat komentar lain yang akhirnya menimbulkan perdebatan dengan sesama pengguna media sosial.

Berikut komentar Elli tersebut (penulisan dan titik koma tidak dirubah-red): Ingat kan bang kandar, dulu saya pernah minta tolong supaya irigasi di kampung kmi di betulkan karena,  puluhan hektar sawah trlantr tidak ada aliran air dri irigasi Sejak ada dana desa dan dua tahun. ini  irigasi sudah di betulkan itulah era jokowi.  Padahl wakil rakyat madina dan bupati pun sudah kami dan saya ajukan dulu permohonan supaya di betulkan,  tp untut ni alai pe nga mngkuling menanggapinya. Alhamdulillah sekarang semua sudah di perbaiki….itu lah pak JOKOWI

Mendapat pencerahan dari Masdewarni, bukan justru membuat Elli senang atau bangga, malah ditanggapi emosional. Ini komentaranya (kalimat ini juga sesuai tulisan aslinya dan tak kami rubahred): wooww..cm sepenggal itu yang di ambil ya bu…gimana dgn.kesal kmi yg sudah berkali2mngajukan surat ke pemeri tah dan wakil rakyat yg samasekli tidak di gubris…gak merasa kan kesalnya.

Selanjutnya disebutkan: ..sbgai rakyat tidak di gubris belasan tahun..pasopan-sopankon..biasa juga ibu ini saya lihat kimennya juga tdk bagus aolgi trhado pak jokowivdan.pemerintahnya..prett..kan duluvsayacseringnlihat komen anda juga ttg pemerintah..gsk.usah deh…sok2an sopan…saya tahu koq komen2anda selama inibtrhadap pak jokowi.

Selanjutnya Elli menulis, “justru kalian.yg harus berkaca dgn.komen untuk pemerintah..aplgi orang kita mandailing…wowww..kayak gak tahu aja ibu.ngaca. Saya itu ikuti komen orang tabagsel ttg pemerintah di grup maupun. Person jadi gaknusah2 bawa2luar negeri dgn.komen saya ygvsedikit tsb, justru kalian disana yang harus ngaca mengkomen pemimpin kalian .selama ini deba songon naso mar TUHAN doma komen nai..

Perdebatan keduanya masih terus terjadi, namun pada Selasa (7/5), sekitar pukul 11.00, Iskandar menghapus kalimat chatt perdebatan itu. Redaksi Beritahuta.com sempat men-screenshot semua komentar yang disampaikan Elli dan Masderwarni.

“Gak baik, sedang puasa,” kata Iskandar kepada Beritahuta.com perihal dihapusnya chatt “panas” tersebut.

Awal Desember 2018 lalu, Elli juga sempat menjadi perbincangan di media sosial. Bahkan sempat viral gegara ia menyebut peserta Reuni 212 dikibulin dengan modus mengatasnamakan agama aruting. Wanita asal Runding, Panyabungan Barat, ini dinilai melecehkan agamanya sendiri, Islam.

Setelah menyebut “dikibulin modus mengatasnamakan agama aruting” di FB: Grup Merbas Batang Gadis (MBG), ia juga memposting gambar seorang bayi tertawa sembari memegang perut dengan kalimat: Teh botol teh kotak kmprett tolol tak punya otak.

Begitu komentar Elli itu muncul, berbagai kecaman dilontarkan anggota grup. Mereka menilai komentar tersebut sangat tidak pantas, dan cenderung melecehkan agama.

Komentar soal “agama aruting” (aruting: ikan gabus) berawal dari postingan Elli, yang  menulis: Alumni 212 merupakan forum yang dibentuk untuk menampung orang-orang yang pernah terlibat dalam aksi bela Islam pada Desember 2017.

Pemilik akun: Sutan Muda mempertanyakan, “Agama yang bagaimana sih agama aruting, Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami.”(*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

SHARE

2 COMMENTS

    • Yang jelas dia merasa terlalu pintar, padahal dia sebenarnya tidak paham. Hal itulah yang membuatnya membabi-buta mendukung Ahok dan Jokowi. Itu haknya, tetapi seharusnya dia tahu mana komentar dan postingan yang layak mana yang tidak. Mana yang dapat menyinggung perasaan orang, mana yang tidaki. Terutama dia jangan menyinggung agama yang diyakini banyak orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here