BERBAGI

SABTU siang (21/11-2020). H.M. Sofwat Nasution, sang calon bupati Madina, dalam perjalanan menuju Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu. Dua mobil ber-branding foto Sofwat-Beir iring-iringan membelah areal persawahan.

Usai melewati Desa Tanggabosi 3, dari kejauhan tampak sekelompok petani yang didominasi kaum ibu melambai tangan ke arah kedua mobil.

Seperti dikomando, para petani menunjukkan tiga jari—sebagai simbol dukungan pada pasangan nomor urut 3 pada Pilkada Madina 9 Desember 2020.

Melihat aksi itu, Sofwat Nasution pun melambaikan tangan sebagai bentuk apresiasi. Ia juga menunjukkan jari simbol tiga, khas dukungan pada pasangan nomor tiga. Para kaum ibu kian semangat.

“Tolu…tolu…tolu..” samar-samar terdengar teriakan dari hamparan ladang persawahan.

Tak sekadar memperlambat laju kendaraan. Sofwat Nasution meminta sang pengemudi “injak rem”. Berhenti.

Sang jenderal Kopassus turun dari kendaraan. Melihat idola turun dari mobil, mereka berlari mendekat.

Sesaat setelah turun dari kendaraan, ia mendekat ke arah persawahan. Lalu, berjalan di atas jembatan terbuat dari sebongkah kayu berdiameter  25-an cm agar bisa melewati aliran sungai kecil.

BERITA TERKAIT  Sofwat Pastikan Insentif Guru Madrasah Ditambah dan Tak Ada Pemotongan

Sejenak ia berdiri di bedengan sawah. Tak lama berselang, turun ke sawah yang sudah diarit. Rombongan petani itu pun makin semangat.

Mereka makin cepat berlari menuju tempat berdiri purnawirawan TNI yang dilahirkan di salah satu rumah tak jauh dari Masjid Raya Walqurra Walhuffas, Pasar Lama, Panyabungan.

Setelah semua menyalami Sofwat Nasution, rupanya mereka mendekat karena ingin difoto. “Tola do margambar dohot bapak,” ujar seorang di antaranya.

“Tola mantong…” ujar calon bupati yang didukung penuh Mudir Musthafawiyah Purba Baru H. Mustafa Bakri Nasution ini.

Sofwat Nasution memanggil seseorang. Sembari menunggu  tukang foto, mereka bincang-bincang.

Ketika hendak difoto, para petani saling bergaya. Gestur mereka begitu riang. Seolah bermimpi. Tak menyangka bertemu calon bupati yang ketika “ngerumpi” di pondok sawah sering dibicarakan.

“Tolu…tolu…tolu…” teriak sang juru foto sebagai penganti aba-aba satu, dua, tiga.

Maka, jepret…jepret…jepretttt….

Nomor tolu do ami sude na isonan pak,” kata seorang ibu usai wajahnya di “tembak” kamaera.

Alhamdulillah,” jawab Sofwat Nasution sembari mengumbar senyum khasnya.

BERITA TERKAIT  Didampingi H. Mustafa Bakri, M. Sofwat Nasution Sampaikan Visi dan Misi di PPP

Ibu lainnya menyebutkan, awalnya ada ibu yang sedang ikut panen melihat mobil bergambar calon bupati dan wakil bupati Madina nomor tiga melintas di jalan raya.

Ia pun memberi tahu kawan-kawannya yang lain. “Makanya kami spontan melambai tangan ke arah mobil sembari menunjukkan jari simbol tiga,” katanya.

“Por roa nami maruba pak,” kata ibu lainnya mengenai alasan memilih Sofwat-Beir.

“In shaa Allah,  nomor tolu maroban misi parubahan,” sebut Sofwat Nasution.

Moment itu pun hanya sesaat. Perjalanan dilanjutkan.

Namun baru sekitar 500 meter mobil melaju, nun jauh di hamparan sawah kembali terlihat sekelompok ibu-ibu yang sedang panen berjejer berdiri sembari mengangkat tangan serta menunjukkan jari tanda dukungan pada pasangan nomor tiga.

Mengingat keterbatasan waktu, Sofwat Nasution hanya melambaikan  tangan dari atas mobil yang melaju pelan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan para kaum ibu.

Moment tanpa basa-basi, tanpa skenario, dan jauh dari unsur pencitraan…

 Narasi dan Foto: Akhir Matondang

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here