BERBAGI
ZIARAH--Balon wakil bupati Madina Ir. H. Zubeir Lubis didampingi sejumlah ustad, guru Musthafawiyah, dan tim relawan Sofwat-Beir ziarah di makam Syekh Abdul Fatah di Natal, pada Minggu (17/5-2020).

BERITAHUta.com—Bakal calon (balon) wakil bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut Ir. H. Zubeir Lubis, Minggu sore (17/5-2020), ziarah di makam Syekh Abdul Fatah di Natal.

Pada kesempatan itu, H. Zubeir Lubis yang pada Pilkada Madina 9 Desember 2020 mendatang bakal mendampingi H.M. Sofwat Nasution sebagai balon bupati didampingi Pimpinan Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru H. Mustafa Bakri Nasution.

Ikut juga dalam rombongan ziarah itu sejumlah ustad, guru Musthafawiyah Purba Baru dan tim relewan Sofwat Beir, sebutan untuk pasangan H.M. Sofwat Nasution-Ir. H. Zubeir Lubis.

Ziarah di makam Syekh Abdul Fatah merupakan salah satu rangkaian silaturrahmi dan pemberian santunan di sejumlah desa di wilayah pantai barat.

Dalam kesempatan ini, rombongan juga melakukan kunjungan silaturrahmi terhadap sejumlah tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemuda.

BERITA TERKAIT  Penasehat KKSU Saudi Arabia Tegaskan Tidak Ada Dukungan untuk Aswin Parinduri

Perjalanan silaturrahmi rombongan H. Zubeir Lubis, H. Mustafa Bakri dan rombongan untuk tahap ini berakhir di Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG). “In shaa Allah akan dilanjutkan setelah Idul Fitri,” kata Tuan Bakri, begitu H. Mustafa Bakri biasa disapa.

Ir. H. Zubeir Lubis, H. Mustafa Bakri Nasution dan rombongan foto bersama para pekerja transportasi pengangkut sawit di Muara Batang Gadis.

Siapa Syekh Abdul Fatah? Berdasarkan sumber yang didapat Beritahuta.com, ia seorang ulama besar bermarga Mardia (1765-1855) yang turut mengembangkan Islam di Natal dan wilayah Mandailing.

Ketika masih belia, Syekh Abdul Fatah tinggal di rumah Tuan Syekh Zainal Abidin untuk memperdalam ajaran Islam dan tasawuf.

Syekh Zainal Abidin sendiri adalah ulama di Barumun yang kemudian turut mengembangkan ajaran Islam di Mandailing atas permohonan Sutan Kumala Yang Dipertuan Hutasiantar di Panyabungan.

Ir. H. Zubeir Lubis, H, Mustafa Bakri, Nis’ad Sidiq foto bersama beberapa tokoh pantai barat usai pemasangan baliho di salah satu desa.

Syekh Abdul Fatah selanjutnya mengembangkan Islam bukan saja di Mandailing, tapi juga di Pantai Barat, khususnya Natal. Ulama ini memilih tempat membangun kediamannya di kawasan perbukitan kira-kira dua kilometer dari jalan raya Natal, tepatnya di Kampung Sawah (saat ini).

BERITA TERKAIT  Sidang PHP Pilkada Madina: Saksi Sebut Keterlibatan Camat Muara Sipongi dan Kades

Banyak berpendapat Syekh Abdul Fatah-lah yang mengajarkan cara belajar membaca huruf Al Qur’an dengan gaya berlagu. Gaya itu hingga kini masih terkenal di wilayah Mandailing Natal. Yakni, alif date a, alif bawa i, alif dopen u: a-i-u. ba date ba, bab bawa bi, ba dopen bu: ba-bi-bu. Ta date ta, ta bawa ti, ta dopen tu: ta-ti-tu. Ban dua date ban, ba dua bawa bin, ban dua dopen bun: ban-bin-bun. Tan dua date tan, ta dua bawa tin, tan dua dopen tun: tan –tin-tun (Basyral Hamidi-2004). (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here