BERBAGI
Bupati H.M. Ja'far Sukhairi Nasution bersama istri melambaikan tangan ke arah pesawat yang membawa JCH kloter pertama saat hendak lepas landas. (foto: ist)

MEDAN, BERITAHUta.com—Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) H.M. Ja’far Sukhairi Nasution mengantar jemaah calon haji (JCH) asal daerah ini hingga tangga pesawat.  JCH yang tergabung dalam kloter pertama Sumut ini take off pada, Sabtu (11/6-2022), pukul 21.30.

Ketika pesawat hendak lepas landas dari Bandara Kualanamu, bupati didampingi istri: Hj. Eli Mahrani Ja’far Sukhairi terlihat melambaikan tengan kearah pesawat yang membawa JCH asal Madina menuju tanah suci.

Ja’far Sukhairi dan istri sempat menyalami satu persatu JCH asal Madina saat hendak berjalan menuju pesawat. Kepada JCH, bupati tak bosan mengingatkan supaya calon haji selalu menjaga kesehatan. Jika kondisi sehat, membuat mereka fokus beribadah.

Sebelumnya pada, Sabtu sore (11/6-2022), Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melepas rombongan jamaah calon haji kloter (kelompok terbang) pertama di Asrama Haji Medan.

BERITA TERKAIT  Terjawab, Pj Kepala Desa Bonca Bayuon  jadi Tersangka Terkait Penggelapan Uang BLT-DD

Selain bupati Madina bersama istri, pada kesempatan itu hadir anggota DPR-RI Marwan Dasopang, Kapolda Sumut Irjen Pol. RZ. Panca Putra Simanjuntak, Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak, Kepala Kantor Kemenag Sumut Abdul Amin Siregar, dan sejumlah tokoh masyarakat.

JCH yang tergabung dalam kloter pertama berasal dari Madina, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kota Medan.

Edy Rahmayadi menyebutkan bangga karena Ja’far Sukhairi turut mengantar JCH Madina hingga bandara. “Ini sangar luar biasa. Sudah diantar sampai sejauh ini, harus mendoakan bupati juga ini,” katanya.

Menurut gubernut, banyak masyarakat mengeluh karena pemerintah memutuskan hanya memberangkatkan JCH maksimal 65 tahun dan sudah mendapat layanan vaksin sesuai ketentuan Arab Saudi.

BERITA TERKAIT  BPK Temukan Biaya Perjalanan Dinas Pemkab Madina Langgar Aturan Senilai Rp3,4 Miliar

“Saya banyak diprotes, karena umur yang berangkat undangan Allah SWT ini dibatasi. Saya saja sudah mendaftar sejak 2010, sudah nyicil, tiba waktu berangkat 2022 umur saya melebihi dan saya tidak jadi berangkat,” ujar Edy.

Dengan adanya peraruran tersebut, kata dia, harus tetap  disyukuri. Masyarakat yang tidak jadi berangkat ke menunaikan haji, mereka tetap menjadi tamu Allah SWT. Hal yang membuat gagal berangkat adalah peraturan.

“Atas nama Pemprov Sumut, kami mendoakan bapak ibu semuanya. Ingat disana untuk menjalankan ibadah jadi jangan sibuk dengan kegiatan lain,” katanya.(*)

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here