SHARE
KADES MOMPANG JULU MUNDUR--Camat Panyabungan Utara Maksud Ridho Fahlevi didampingi Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi dan Komandan Koramil Panyabungan Kapten Inf. AK. Harahap membacakan surat pengunduran diri Hendri Hasibuan sebagai kepala Desa Mompang Julu yang berlangsung di halaman masjid raya desa setempat.

BERITAHUta.com—Jalan lintas Sumatera (jalinsum) Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), Sumut kembali normal setelah sekitar 15 jam ditutup warga yang menuntut kades setempat mundur dari jabatannya.

Jalinsum dibuka pada Selasa (30/6-2020), sekitar pukul 03.40. Warga yang memblokir jalan nasional itu satu per satu membubarkan diri dari kerumunan di titik jalan yang ditutup.

Meskpun sedikit alot, proses pembukaan jalinsum berlangsung damai. Warga sepakat membuka kembali blokir jalan setelah kepala Desa Mompang Julu Hendri Hasibuan menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.

Surat pengunduran Hendri Hasibuan dibacakan Camat Panyabungan Utara Maksud Ridho Fahlevi didampingi Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi dan Komandan Koramil Panyabungan Kapten Inf. AK. Harahap di halaman masjid raya Desa Mompang Julu.

Usai mendengar kepala desa mundur dari jabatannya, warga yang memadati halaman masjid gembira dan bertepuk tangan.

Namun pengunjukrasa minta aparat kepolisian tidak melakukan proses hukum terhadap warga yang ikut demo. Jika terbukti ada warga yang ditangkap, mereka mengancam melakukan aksi lebih besar.

BERITA TERKAIT  Pesantren Purba Baru Berduka,  2 Remaja yang Tenggelam di Sibanggor Santri Kelas 3

“Kami sangat keberatan jika ada warga yang diangkat ke kantor polisi,” kata perwakilan warga usai camat membacakan surat pengunduran diri kepala Desa Mompang Julu.

Seorang warga menyampaikan harapan agar setelah kades mundur dan blokir jainsum dibuka tidak ada warga yang diproses hukum.

Meskipun kades sudah mundur dan jalinsum dibuka, warga Mompang Julu masih siaga. Di beberapa tempat mereka tampak berkumpul mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dikutip dari salah satu media online, Bupati Madina Dahlan Hasan menyebutkan sang kades mundur dari jabatannya pada Senin malam, sekitar pukul 22.30. “Sudah mundur. Kepdesnya buat surat pernyataan mengundurkan diri,” katanya.

Demo pemblokiran jalinsum Desa Mompang Julu dipicu protes atas pembagian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT). Warga menutup jalinsum sejak Senin (29/6-2020), sekitar pukul 10.30.

Para pengunjuk rasa dan aparat keamanan sempat saling lempar batu dan terjadi pembakaran dua unit mobil dan dua unit sepeda motor.

Warga yang unjuk rasa membakar dua mobil. Satu di antaranya mobil dinas Wakapolres Madina AKBP Elizama Zalukhu. Sedangkan satu mobil lainnya yang ludes dilalap api jenis sedan berwarna putih. Belum diketahui secara pasti pemiliknya.

BERITA TERKAIT  Diduga Langgar UU Pemilu, Bupati Madina dan Menag Dilaporkan ke Bawaslu Pusat

Beberapa saat sebelum api melalap kedua mobil itu, warga sempat membakar dua sepeda motor. Sama seperti kedua mobil nahas itu, kedua motor tersebut juga dibakar di tengah jalinsum Mompang Julu.

Kabid Humas Polda Sumut Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan akibat kerusuhan Mompang Julu enam personil kepolisian mengalami luka-luka. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Anggota Polres Madina yang terluka adalah AKP J. Hutajulu mengalami luka robek pada tulang kering kaki kanan, Aipda AB. Siagian (luka memar di kaki akibat lemparan batu), Bripda WA. Putra (terkilir pada bagian bahu kiri), Bripka AR. Kurniawan (luka robek pada kelopak mata sebelah kiri).

Selanjutnya, Briptu M. Arif (luka memar di kepala), dan Bripka H. Sitorus (luka memar pada bagian kepala). (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here