PUNCAK SORIK MARAPI, BERITAHUta.com—Seorang ayah lima anak warga salah satu desa di Kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut nekat bunuh diri diduga lantaran terjerat utang pinjol. Uang dari pinjol itu dipakai judi online (judol).
Tidak tanggung-tanggung, utang pinjol (pinjaman online) dan pinjaman kepada orang-orang tertentu mencapai Rp200-an juta. Prustasi dan malu terhadap keluarga, diyakini penyebab dia mengakhiri hidup dengan cara minum racun rumput.
Zulkifli (43), meninggal di RSUD Panyabungan, Madina pada, Minggu (7/12/2-25) lalu, sekitar pukul 10.30. Pegawai sekuriti PT SMGP tersebut dibawa ke rumah sakit lantaran tidak sadarkan diri dan mengalami muntah-muntah.
Informasi didapat media ini menyebutkan, Zulkifli diduga minum racun rumput di salah satu gubuk di areal persawahan miliknya tak jauh dari perkampungan penduduk.
Peristiwa ini tentu saja menjadi topik perbincangan warga di desa-desa sekitar tempat tinggal korban. “Banyak warga PSM terjerat judol dan pinjol. Bahkan ada yang sampai jual dua truk karena kecanduan judol,” ujar warga yang tak mau ditulis namanya.
Tak tahu pasti sejak kapan Zulkifli kecanduan judol. Juga tak diketahui kapan dia mulai mengajukan pinjaman melalui online, yang konon tidak perlu agunan. Hanya modal ktp, dan memberikan nomor telpon keluarga dekat kepada admin, pinjaman bisa cair.
Prosesnya jauh lebih mudah jika dibanding pinjam uang di perbankan resmi, namun si peminjam lupa, bunganya bisa “menjerat” leher si peminjam.
Itu jugalah dialami Zulkifli. Karena kecanduan judol, tanpa sadar dia meminjam uang untuk modal bermain judi melalui online. Tak itu saja, dia juga punya utang terhadap keluarga dan rekan-rekannya.
Warga menyebutkan, jika ditotal utang pinjol serta terhadap orang-orang tertentu lebih Rp200 juta. Pihak keluarga sebenarnya sudah musyawarah untuk membantu almarhum melunasi utang pinjol supaya bunganya tidak kian membengkak.
Pendek cerita, uang dari sejumlah famili terkumpul sekitar Rp100 juta. Dana sebesar itu pun diserahkan kepada Zulkifli. Sayangnya, menurut salah seorang keluarga, uang tersebut bukannya dipakai bayar utang pinjol, tetapi dihabiskan bermain judol.
Tak ayal, dalam kurun waktu tak terlalu lama, uang Rp100-an juta itu ludes lewat judol. Warga menduga karena malu terhadap keluarga, korban pun nekat minum racun rumput pada.
Setelah minum racun, rupanya Zulkifli tak tahan menanggung sakit. Di sejumlah badannya tampak membiru dan sempat muntah-muntah. Korban pun meminta keluarganya supaya ia dibawa ke rumah sakit.
Tak lama setelah sampai di rumah sakit, korban dikabarkan mengembuskan nafas terakhir.
Sumber Beritahuta menyebutkan malam sebelum Zulkifli nekat minum racun rumput, dia masih tampak asik bermain judul di salah satu lopo (warung kopi) di desa tempat tinggalnya. Saat itulah dia diduga mulai prustasi dan malu karena uang sudah ludes.
Warga menyebutkan, nasib dialami Zulkifli bukan hanya meninggalkan kesedihan dan aib bagi istri dan anak-anaknya, tetapi menjadi cambuk terhadap siapa pun yang suka judol, apalagi modal berjudi itu didapat dari pinjol. (*)
Editor: Akhir Matondang
