BERBAGI
ARAHAN--Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution didampingi Rully Ardiansyah Lubis dan Jhon Afriadi memberi arahan terkait pembangunan Pasar Baru Baru, Panyabungan saat melihat progres proyek tersebut pada, Rabu (28/7-2021). (foto: akhir matondang)

BERITAHUta.com—Dirut Utama PT Batesda Mandiri Rahman Simanjuntak mengklaim saat ini pekerjaan proyek Pasar Baru, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut sudah mencapai 65 prosen.

Dengan sisa 35 prosen, dipastikan proyek ini bakal selesai tepat waktu pada Desember 2021. “Meskipun belum bisa dipakai, Desember nanti bangunan Pasar Baru sudah selesai,” kata Simanjuntak kepada wartawan usai mendampingi Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution meninjau proyek pembangunan Pasar Baru pada, Rabu (28/7-2021).

Saat meninjau Pasar Baru, Atika didampingi antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Madina Rully Ardiansyah Lubis dan Kepala Dinas Perdagangan Jhon Afriadi.

Kondisi bangunan Pasar Baru “kering” atau pertokoan (depan), dan foto yang tampak di belakang kiri adalah pasar “basah” atau sayuran.

Selama di lokasi proyek, Atika mendapat penjelasan terkait proges pekerjaan proyek tersebut dari Simanjuntak. Pada kesempatan itu, tampaknya Simanjuntak banyak mengeluh soal ketidak sesuaian anggaran dengan volume pekerajaan yang bakal diselesaikan. Ia pun mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp25 miliar dari APBD Madina.

BERITA TERKAIT  Diduga Korupsi Dana Desa, Kejaksaan Tetapkan Camat Natal Tersangka

Danatambahan  itu antara lain untuk membuat lanskap—tata ruang di luar gedung. Seperti taman, paving blok, pagar, jalan, penerangan luar dan drainase. Dana itu rencanakan diusulkan melalui DPRD Madina pada APBD Perubahan 2021.

Dana pembangunan Pasar Baru Panyabungan “kering” atau tempat pertokoan direncanakan tiga lantai—termasuk atap– ini bersumber dari APBN.

Pihak pemborong mengkalim pekerjaan yang mereka lakukan sudah mencapai 60-65 prosen. Padahal, pemasangan dinding bata pada lantai satu gedung pasar “kering” belum 100 prosen.

Tidak itu saja, tiang lantai pasar “kering” pada lantai dua belum berdiri. Demikian juga pada los pasar “basah”, baru selesai tiang dan atap. Sementara meja lapak pedagangan belum difinishing, dan lantainya pun belum seledsai. Termasuk pekerajaan drainase belum diselesai.

BERITA TERKAIT  Ribuan Santri Musthafawiyah Purba Baru Ikut Pemakaman 3 Korban Angkot “Maut”
Inilah pekerjan Pasar Baru yang disebutkan pemborong sudah mencapai 65 prosen. Padahal, rencananya bangunan ini terdiri tiga lantai–termasuk atap

Atika berpesan agar pemborong memperhatikan iklim Indonesia pada jelang akhir tahun, terutama di Madina. “Kita berharap Desember ini sudah selesai. Karena itu, tolong diperhatikan mengenai curah hujan,” katanya.

Ketika ditanya banyaknya keluhan rekanan, bahkan mereka banyak merubah gambar dari rencana semula, menurut Atika ia juga awalnya kaget dengan penjelasan tersebut.

“Ini disebabkan sejak awal ada miss komunikasi desain dengan nilai  kontrak. Saya juga agak kecewa mendengarnya, tapi kita pahami karena besaran anggaran tidak sesuai,” katanya.

Simanjutak menyatakan optimis pada Desember 2021 proyek Pasar Baru bisa selesai meskipun nanti belum bisa dipakai. “Kami yakin pekerjaaan selesai tepat waktu,” katanya. (*)

Peliput: Tim/Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here