BERBAGI
M. Nuh Nasutiion

PANYABUNGAN, BERITAHUta.com—Kepala SMA Negeri 1 Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut M. Nuh Nasution menyebutkan rendahnya jumlah siswa sekolah itu masuk perguruan tinggi negeri (PTN) lewat jalur SNMPTN 2022 disebabkan persaingan yang begitu ketat.

“Persaingan jurusan ketat. Tetapi dalam bidang lain kami berprestasi, khususnya lomba tingkat provinsi. Tahun ini, kami dapat juara dua lomba puisi, dan lain-lain,” katanya kepada Beritahuta.com melalui WhatsApp, Sabtu (2/4-2022).

Namun, M. Nuh tidak merinci prestasi tingkat provinsi yang dimaksud. Dia berjanji memberikan data terkait prestasi sekolah yang dipimpin pada, Kamis (7/4-2022), setelah pulang umrah.

Tak hanya data prestasi, dia juga berjanji memberikan data-data siswa SMAN 1 Panyabungan yang masuk PTN pada 2021, seperti ke UIN, IAIN, STAIN dan Politeknik.

Dalam tiga tahun terakhir (2019, 2020, dan 2021), dia mengklaim ada 30-45 prosen dari jumlah lulusan masuk PTN. “Namun banyak di antara mereka tidak melapor. Ada juga siswa tidak langsung mendaftar setelah ia lulus,” katanya.

M. Nuh menjelaskan hal itu sehubungan rendahnya jumlah siswa SMAN 1 Panyabungan lolos PTN lewat jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) tahun 2022.

BERITA TERKAIT  Saat RDP dengan Polda Sumut: Fahrizal Efendi Sebut PT SMGP Perusahaan Abal-Abal

Dari sejumlah SMA Negeri di kecamatan yang ada di sekitar pusat ibu kota kabupaten Madina, raihan sekolah ini paling buruk, hanya dua orang.

Seperti diketahui, jumlah siswa terbanyak lulus SNMPTN 2022 untuk wilayah kerja kantor Cabang Dinas (Cabdis) Pendidikan Padangsidimpuan– meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan dan Madina—adalah SMA Negeri 3 Panyabungan, yaitu: 34 siswa.

Dibandingkan SLTA lainnya di sekitar Panyabungan—jika beracuan pada hasil SNMPTN 2022– prestasi  SMAN 1 Panyabungan paling buruk.

SMAN 1 Panyabungan Utara meloloskan tujuh siswa. SMAN 1 Panyabungan Timur dan SMAN 1 Panyabungan Selatan masing-masing tiga siswa.

Pengumuman hasil SNMPTN 2022, itu juga secara tak langsung menempatkan  SMAN 1 Panyabungan setara dengan SMAN 1 Kecamatan Linggabayu karena sama-sama meloloskan dua siswa.

Kepala sekolah yang nyaris setiap hari terlihat di teller sebuah bank pada jam kerja, sekitar pukul 09.30 sampai 11.00, itu menyatakan tidak setuju prestasi SMAN 1 Panyabungan dituding merosot. “Siswa kami tidak lolos SNMPTN 2022 disebabkan kuota tahun ini secara umum dikurangi pemerintah. Rezekinya baru dua siswa yang lolos,” katanya.

Kendala lain, kata dia, adanya pandemi covid-19 yang mengharuskan jam belajar disesuaikan.

BERITA TERKAIT  Gubernur Lantik Mantan Kadis Kesehatan Madina Jadi Kadis Kesehatan Sumut

Seorang guru SMAN 1 Panyabungan yang dihubungi media ini pada, Minggu (3/4-2022), menyebutkan pernyataan M. Nuh itu hanya sebagai upaya membela diri.

Jika alasannya kuota SNMPTN 2022 terbatas, lantas kenapa sekolah lain bisa meloloskan siswanya lebih banyak. “Jelas siswa kami kalah bersaing dengan sekolah lain. Buktinya tahun lalu juga kalah jauh dibanding  SMAN 3 Panyabungan,” katanya.

Dia menyebutkan, “Jujur sajalah, jangan masyarakat dianggap bodoh. Apalagi berkilah dengan membanggakan juara puisi. Kalau kita mau bangga, ya bidang olimpiade matematika dan lainnya, itu baru prestasi akademik yang sesungguhnya, ” kata guru yang enggan ditulis namanya.

Mengenai data-data prestasi yang dijanjikan M. Nuh, dia hanya berujar. “Coba saja minta pak, supaya masyarakat juga tahu prestasi SMAN 1 Panyabungan. Mudah-mudahan benar-benar ada,” ujarnya.

Zai Nuddin, dalam komentarnya di facebook, menulis: “Waduh sekolah yang selama ini kita tau..unggulan dan banyak gaya. Kini hampir mati kutu bahkan sekolah2 kecamatan yang dulunya katanya pembuangan masih jauh lebih baik…”

Dia mengatakan, “Ayo dinas pendidikan segera bertindak jangan sampai sekolah ini berbalik nama dr sekolah unggulan jadi sekolah pembuangan.” (*)

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here