Kesal Anak Tiri Menolak Diperkosa, Ayah Aniaya Sang Bocah Secara Sadis

BERBAGI

BERITAHUta.com—Seorang ayah tega menganiaya anak tiri secara sadis di areal kebun salak di Desa Lobu Layan, Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan. Sumut. Belum jelas motif pelaku melakukan perbuatan keji itu, namun dugaan sementara ia berniat memperkosa korban.

Tubuh korban  penuh luka terkena senjata tajam dan tumpul. Di pergelangan tangan kiri, misalnya, terdapat luka sabetan benda tajam selebar sekitar 8 cm. Dua jari tangan kiri juga terbelah diduga akibat menangkis benda tajam.

Muka korban tak luput dari luka robek dan bekas pukulan benda tajam. Saat berita ini ditulis, korban belum sadar setelah petugas medis rumah sakit melakukan operasi terhadap luka-luka bekas sabetan senjata tajam tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (9/12), sekitar pukul 12,00. Siang itu, SN (36) bermaksud mengantar anak tirinya tersebut, sebut saja Permata (12), ke rumah neneknya. Keduanya berangkat dari rumah mereka menuju Desa Sitaratoit, Kecamatan Angkola Barat, Tapsel.

BERITA TERKAIT  Polisi Amankan Lelaki Bertato Bersama Barang Bukti 603 Gram Ganja

Entah bagaimana ceritanya, sekitar setengah jam kemudian, warga melihat Permata sudah bersimbah darah di areal perkebunan salak. Tentu saja, informasi ini cepat menyebar di sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Melihat kondisi luka dialami Permata begitu parah, kepala desa setempat bersama warga membawa korban ke RS. Tentara di Losung Batu.

Begitu kejadian, rupanya tersangka yang juga ayah tiri pelajar kelas enam SD (sekolah dasar), itu langsung menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat.

Petugas Polsek Batang Angkola bersama  anggota Polres Tapanuli Selatan langsung mendatangi TKP setelah mendapat laporan warga terkait peristiwa ini. Selain melakukan olah TKP, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

BERITA TERKAIT  Soal Istri Boleh Keluar Rumah Tanpa Izin Suami, Hakim PA Panyabungan "Jilat Air Ludah Sendiri"

Dugaan sementara, saat itu SN berniat memperkosa korban  sehingga ia membawa gadis belia itu ke areal kebun salak. Namun sang anak menolak, sehingga pelaku emosi dan membabi-buta menganiaya korban.

Bahkan dari luka-luka di sekujur tubuh Permata, diduga ada upaya menghabisi korban. Si ayah yang sudah kerasukan setan, mulai melakukan pemukulan terhadap korban. Bahkan ia menghardik dan membacok korban beberapa kali pakai senjata tajam.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Irwa Zaini Lubis, S.Ik., MH., membenarkan kejadian ini. Saat ini polisi sedang memeriksa sejumlah saksi, termasuk memeriksa korban.

“Kami masih melakukan penyidikan untuk mengetahui motif pelaku menganiaya korban,” katanya. (Lily)

 

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here