BERBAGI
KETERANGAN PERS--M. Ilyas, wartawan media online Tinta Rakyat yang bertugas di Madina saat memberikan keterangan pers pada, Minggu (11/12-2022). foto: akhir matondang

PANYABUNGAN, BERITAHUta.com—M. Ilyas, wartawan Tinta Rakyat yang bertugas di Mandailing Natal (Madina), Sumut meminta  Ridwan Lubis menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media massa karena ia tidak terima digertak dan dihina oleh ketua PWI Perwakilan Madina itu.

“Saya minta itikad baik Ridwan Lubis untuk meminta maaf secara terbuka melalui jumpa pers atas perlakuannya kepada saya,” kata Ilyas kepada Beritahuta pada, Minggu (11/12-2022).

Menurut Ilyas, cemoohan, hinaan dan ungkapan kata-kata kotor yang diucapkan Ridwan kepada dia terjadi pada, Sabtu (10/12-2022), sekitar pukul  10.30.

Amarah Ridwan tersebut diduga karena ia tidak terima terhadap  pemberitaan Ilyas di media online Tinta Rakyat mengenai kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Madina bekerja sama dengan PWI Sumut.

Aksi Ridwan bermula ketika empat rekannya mendatangi Ilyas yang sedang berada di masjid kampus STAIN Madina, di Aek Galoga, Panyabungan, Madina. Saat itu, Ilyas di tempat itu bersama beberapa sahabatnya.

Awalnya, di antara empat orang itu menanyakan siapa wartawan “Lubis” sesuai kode berita yang membuat berita tentang UKW di  Tinta Rakyat.

BERITA TERKAIT  Konsorsium Pengusaha Madina Diperlukan Dalam Mempercepat Laju Pembangunan

Setelah tahu si pembuat berita adalah Ilyas, seorang di antaranya menyebutkan “ketua” mau bicara. Berselang beberapa detik, handphone pun si penghubung pun dipegang aktivis HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Madina.

Baru saja hanphone menempel di telinga Ilyas, tanpa mengucapkan salam atau berbasa-basi, Ridwan langsung meluapkan amarah, makian dan kata-kata kotor dengan menyebut berkali -kali nama alamat kelamin laki-laki.

“Tidak ada basa-basi. Apa maksudmu. Katanya kamu sarjana, beritamu berita (maaf-red) taik. Apa yang kamu anggarkan. Apa mau kamu,” kata Ridwan.

Ilyas menyebutkan berbagai umpatan, ocehan dan gertak tersebut tidak tanggapinya supaya amarah Ridwan tidak makin menjadi-jadi. “Saya hanya ingin agar situasi bisa padam. Dari A sampai Z meluapkan amarah. Terakhir dia menutup telepon tanpa basa-basi juga,” katanya.

Setelah sambungan telepon ditutup, beberapa teman Ilyas menenangkan agar lupakan saja kejadian baru terjadi. “Saya minta ketua minta maaf secara keseluruhan, bukan atas nama pribadi saya, tetapi kepada insan pers sebab kejadian ini saya duga terkait pemberitaan pers. Penghinaan terhadap saya, sama halnya menghina wartawan,” kata kepala biro Tinta Rakyat itu.

BERITA TERKAIT  Satu-satunya Guru IPS di SMPN 7 Panyabungan, Direkomendasikan pula Jadi Pj Kades Siobon Julu

Ilyas menegaskan, sampai saat ini secara pribadi belum ada perdamaian dengan Ridwan. “Perlu efek jera supaya hal serupa tidak terjadi terhadap rekan-rekan yang lain.”

Memang persoalan, kata Ilyas, ada niat membawa persoalan ini ke ranah hukum, namun dia masih berharap ada niat baik sang ketua PWI Madina. “Saat menelepon itu, dia (Ridwan) juga sempat menanyakan posisi saya dimana, saya jawab sedang di masjid. Persis di pintu masjid STAIN,” katanya.

Setelah pembicaraan ditutup, Ilyas dan rekan-rekannya pun meninggalkan tempat tersebut untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan di lingkungan kampus.

Ketua PWI Madina Ridwan Lubis yang dikonfirmasi Beritahuta mengenai pernyataan Ilyas tidak memberikan komentar atau tanggapan. Sampai batas waktu yang ditentukan, dia tidak membalas materi wawancara tertulis.(*)

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here