BERBAGI
Suasana di simpang Mangga Dua, pada Jumar petang. (foto: ist)

PANYABUNGAN, BERITAHUta.com—Dua desa bertikai usai pertandingan perebutan juara ketiga Turnamen Sepakbola Danyon Cup III di yang berlangsung di lapangan Kompi B Mangga Dua, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut pada, Jumat (17-3-2023) petang. Hingga pukul 20.45 situasi belum kondusif.

Informasi yang didapat media ini menyebutkan, pertandingan perebutan juara tiga ini saling berhadapan PS. Aek Singolot Putra dari Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi (LMS) melawan Danger FC dari Istiqomah, Kelurahan Panyabungan II, Panyabungan, Madina.

Pada pertandingan ini dimenangkan Danger FC dengan skor 1-2. Secara otomatis, Danger FC meraih juara ketiga turnamen ini.

Lalu, entah bagaimana ceritanya, saat para pendukung tim Aek Singolot Putra hendak pulang mereka melampiaskan amarah terhadap warga yang berada di Kampung Lombang, Desa Parbangunan, Panyabungan—sekitar 200 meter dari markas Kompi B Mangga Dua.

BERITA TERKAIT  Gubernur Sumut Tetapkan Gozali Pulungan Sebagai Plt Bupati Madina
Tokoh agama Purba Baru M . Amin Rangkuti bersama tokoh pemuda Parbangunan turut menenangkankan warga yang bertikai. (foto: ist)

Sebenarnya pihak warga Parbangunan sudah mewanti-wanti terhadap panitia turnamen yakni Kompi B Mangga Dua tentang kemungkinan bakal terjadi rusuh, mengingat beberapa hari sebelumnya pendukung PS Singolot Putra melakukan keonaran usai pertandingan dan saat hendak pulang ke Purba Baru.

Pada Jumat petang jelang magrib tadi hal serupa mereka lakukan lagi. Aparat TNI dan kepolisian terpaksa kerja keras menenangkan antara dua desa yang bertikai, yakni: Purba Baru dan Parbangunan.

Keributan bukan hanya di Kampung Lombang, di Kampung Dolok—selatan rumah dinas bupati—juga terjadi keributan antara pendukung PS Aek Singolot Putra dengan warga di Kampung Dolok, bahkan para pemuda dari Purba Baru masuk ke permukiman penduduk mengejar warga sekitar. Aksi saling lempar batu tak terelakkan.

BERITA TERKAIT  100-an Makam di TPU Banjar Kobun Tergenang Air Limbah, Warga Berharap Pemkab Madina Peduli

Hingga berita ini ditulis, sekitar pukul 20.00, massa dari Parbangunan masih berkumpul di jalinsum depan kantor bupati Madina. Sedangkan dari Purba Baru, mereka sudah berada tak jauh lokasi Bagas Godang, Saba Purba, Panyabungan.

Aparat polisi dan TNI terus melakukan negosiasi sembari memblokir kedua belah pihak agar tidak saling mendekat. Pj Kepala Desa Parbangunan Syafii dan tokoh agama Purba Baru M. Amin Rangkuti sedang berusaha menenangkan massa yang bertikai. (*)

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI