BERBAGI
BEDAH RUMAH--Irma Khaerani (pakai jilbab hitam) bersama pengurus KMM, sekretaris Desa Tambangan Pasoman, dan tokoh masyarakat usai peletakan batu pertama program bedah rumah koperasi tersebut. (foto: Ist)

TAMBANGAN, BERITAHUta.com—Koperasi Mitra Manindo (KKM) melakukan bedah rumah di Desa Tambangan Pasoman, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina), Sumut. Program kali pertama ini adalah bagian dari CSR KMM pada tahun ini.

“Saya tak bisa menyampaikan kata-kata lagi, alhamdulillah Ya Allah. Semoga berkah buat keluarga kami dan KMM makin maju,” ujar Irma Khairani (42), pemilik gubuk yang mendapat program Bedah Rumah KMM.

Acara peletakan batu pertama pembangunan rumah permanen ukuran 4X6 meter di Tambangan Pasoman pada, Minggu (2/5-2022), itu antara lain dihadiri: Penasehat KMM DR. Mulia P Nasution; Hj. Siti Afiah Siregar (anggota Badan Pengawas), H. Lokot Zein Nasution (ketua Pengurus KMM).

Selanjutnya, Bendahara KMM H. Khairus Saleh Lubis,  sekretaris Pj kepala Desa Tambangan Pasoman mewakili Pj Siti Aisyah yang berhalangan hadir, dan para tokoh-tokoh desa setempat.

Dalam rangka bedah rumah milik Irma Khaerani, KMM menganggarkan Rp35 juta dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) koperasi yang juga memiliki bidang usaha gas elpiji 3 kilogram.

BERITA TERKAIT  Pedagang  di Madina Tolak Uang Logam Rp100,- dan Rp200,- , Kenapa?

Sebagai bentuk kebersamaan antara KMM dan masyarakat, pemilik gubuk yang dibedah menyiapkan pasir dan batu mengingat tak jauh dari lokasi pembangunan rumah terdapat banyak material tersebut.

Irma Khaerani adalah anggota KMM yang dinilai pantas mendapat CSR tahun 2022. Janda anak satu ini menjalankan usaha kecil untuk dapat membiayai keperluan rumah tangganya,

Ia membeli kerupuk singkong yang sudah digoreng dari Banjar Kobun, Panyabungan II, Panyabungan, lalu dikemas dalam bentuk plastik kecil, selanjutnya dijual ke warung-warung dan lopo.

Usai peletakan batu pertama “bedah rumah” ini, Mulia P Nasution mengharapkan program ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Pada 2023 nanti, ada dua rumah anggota koperasi yang direncanakan bakal dibedah yaitu di Desa Sinonoan dan Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu, Madina.

“Tentu saja tergantung dana CSR yang bisa diberikan KMM. Untuk tahun depan, mudah-mudahan ada dua unit rumah yang hendak kami bangun. Program ini sebagai bentuk kepedulian KMM bagi masyarakat yang mebutuhkan,” ujar mantan sekretaris jenderal Kementerian Keuangan RI tersebut.

BERITA TERKAIT  Istri Gubernur Sumut Mengaku Suka dan Bangga pada Batik Motif Mandailing

Dia berharap para pengusaha kecil menengah yang belum bergabung di KMM supaya mendaftarkan diri sehingga mereka bisa mengembangkan usaha sesuai kemampuan dan potensi tempat tinggal masing-masing. “KMM punya jargon, dari kita oleh kita dan untuk kita,” katanya.

Menurut Lokot Zein Nasution, ide dasar program bedah rumah yaitu untuk mewujudkan prinsip dasar KMM sebagai organisasi sosial bisnis. Yaitu ingin menciptakan kondisi masyarakat, khususnya anggota agar sejahtera secara paripurna.

“Program ini dilaksanakan dengan menggunakan proses sosial integarktif. Ini juga dalam rangka mengenalkan KMM agar lebih dekat terhadap masyarakat di lokasi bedah rumah,” katanya.

KMM yang dikelola para perantau asal Madina belakangan kian berkembang. Saat ini sudah tersebar lima kantor kas, yakni: Banjar Kobun, minimarket Mitra Manindo (Kayujati, Panyabungan), Siabu, Maga, dan Kotanopan. (*)

Editor: Akhir Matondang

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here