BERBAGI
TENANGKAN BOCAH--Petugas medis berusaha menenangkan kedua anak Lilii, korban tabrakan adu kambing "kereta" dan mobil pikal L-300 yang terjadi di Aek Godang, Desa Parbangunan, Panyabungan, Madina.

BERITAHUTA.com—“Bagaimana kondisi kedua anak saya,” tanya Lili beberapa saat setelah dia sadar. “Mereka gak apa-apa, hanya luka ringan. Masih sedang ditangani dokter,” jawab petugas medis.

Lili merupakan ibu dari dua bocah: Nurlinayah pelajar kelas satu SD dan Habib (belum sekolah). Mereka termasuk korban tabrakan adu kambing antara mobil pikal L-300 dengan sepeda motor.

Kedua anak Lili ikut terjerambab ke jurang sedalam sekitar 20 meter, lalu sempat hanyut beberapa meter terbawa arus sungai yang sedang besar setelah malamnya diguyur hujan. Beruntung kecelakaan ini dilihat warga, sehingga mereka cepat memberikan pertolongan dan mengevakuasi keenam korban.

Petugas medis agak kesulitan membujuk kedua bocah agar baju dan celana yang mereka pakai dibuka dengan cara menggunting pakaian tersebut supaya luka dialami bisa terlihat jelas. Namun, keduanya terus menangis dan menjerit menahan rasa sakit.

BERITA TERKAIT  Setelah 60 Jam, Gadis Cilik yang Hanyut di Sungai Marihan Ditemukan Meninggal

Kecelakaan itu terjadi di jalinsum tikungan dekat Akbid Madina Husada, Aek Godang, Desa Parbangunan, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, itu terjadi pada Selasa (11/7), sekitar pukul 14.00.

Saat itu, Lili bersama suami dan dua anaknya hendak berlebaran ke Panti, Kabupaten Pasaman, Sumbar. “Kami mau ke Panti,” kata warga Lorong V, Desa Simangambat, Kecamatan Siabu, Madina, terbata-bata sembari menahan rasa sakit.

Luka dialami Lili cukup serius. Kaki kanannya mengalami patah, sebagian tubuhnya mengalami luka memar akibat benturan ke badan mobil. Tampak dua gigi bagian depan ibu rumah tangga ini copot. Beberapa pertanyaan Beritahuta.com tidak bisa dijawabnya karena kondisinya sangat lemas.

BERITA TERKAIT  Polisi Ringkus 4 Tersangka Narkoba, 2 Di antaranya Disersi Polres Madina

Luka serius juga dialami suami Lili cukup serius, yaitu mengalami luka patah kaki dan luka di bagian kepala serta badan. Hingga berita ini ditulis, ia belum bisa diajak bicara.

Lili mengaku tidak tahu persis bagaimana awal kejadian kecelakaan. “Tidak tahu. Tiba-tiba terdengar suara benturan keras. Lalu, kami pun terjun ke jurang,” katanya.

Mobil pikap L-300 melaju dari arah Kotanopan menuju Panyabungan hendak ke Sibolga setelah mengantar ikan di Pariaman, Sumbar. “Saya tidak sedang mengantuk karena baru istrahat sekalian salat di SPBU Kotanopan,” kata Agus, sopir mobil pikap warna hitam itu.  (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here