BERBAGI
Suasana macet kendaraan pada Rabu pagi. Hingga pukul 09.10, jalinsum di daerah ini belum normal.

BERITAHUta. com –Jalan lintas Sumatera (jalinsum) Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut) menuju arah Bukit Tinggi, Sumbar, sejak Selasa malam (9/10), sekitar pukul 23.00 lumpuh. Pemicunya, terjadi longsor di sekitar 15 titik.

Hingga berita ini ditulis, Rabu (10/10), pukul 09.10, arus kendaraan dari dua arah masih lumpuh.  Longsor paling parah terjadi di Dusun Padang Matinggi, Desa Polongan Dua, Kacamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Informasi yang didapat Beritahuta. com, di lokasi, diduga ada sepeda motor tertimbun tanah longsor. Pengemudi motor ini tertimbun longsor pas ketika dia melintas di lokasi kejadian.

Pihak Pemkab Pasaman, Sumbar juga belum mengirimkan alat berat untuk memindahkan tumpukan tanah dan pohon yang tumbang ke jalan, termasuk mengevakuasi pemilik motor yang diduga ikut tertimbun.

Saat ini, antrea panjang kendaraan berjejer dari dua arah.  Semua mobil travel dari arah Panyabungan dan Padang Sidempuan yang hendak ke Padang tidak bisa melanjutkan perjalanan sejak Selasa malam pukul 23.00.

Penumpang travel tersebut umumya menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang. Dipastikan mereka tertinggal pesawat sebab umumnya jadwal pemberangkatan calon penumpang “burung besi” ini pada Rabu pagi ini.

BERITA TERKAIT  "Korban Muara Saladi Itu Juara MTQ dan Pandai Meniru Suara Kucing"

Longsor dan pohon tumbang paling banyak terjadi di Desa Muara Cubadak, Kecamatan Rao, Pasaman, Sumbar.

Di desa ini, sedikit ada empat titik longsor, meskipun mobil kecil bisa lewat setelah warga menyingkirkan sebagian tanah dan pohon yang menutup jalan, tetapi begitu memasuki Desa Polongan Dua, laju kendaraan terhenti dan tidak bisa melanjutkan perjalanan hingga Rabu pagi ini.

Secara keseluruhan sedikitnya ada 12 titik longsor yang membuat kendaraan tidak bisa melanjutkan perjalanan di jalinsum Madina-Bukit Tinggi.

Longsor paling parah terjadi di jalinsum Desa Polongan Dua. Ratusan kendaraan dari dua arah tertahan di sepanjang jalan sebelum titik longsor.

Sejak tadi malam, sebagian kendaraan mencari tempat aman menunggu bisa melanjutkan perjalanan.

“Kita di warung ini saja, kalau menunggu di jalan khawatir ada longsor atau pohon jatuh, ” ujar sopir Travel CN, Panyabungan.

“Saya mau ke Jakarta naik pesawat Lion pukul 05.45. Pasti sudah terlambat, semoga ada kebijakan maskapai, ” kata penumpang travel asal Padangsidempuan.

BERITA TERKAIT  Terdahsyat Dalam Sejarah, Madina Luluh-Lantak Diterjang Banjir dan Longsor

Bis ALS nomor pintu 333 trayek Medan-Bogor ikut terjebak macet tidak jauh dari lokasi longsor di Desa Muara Cubadak. Padahal, bis ini lewat dari Panyabungan, Selasa sore, sekitar pukul 15.00.

Demikian juga bis Sampagul jurusan Padang Sidempuan-Pekan Baru, hingga pagi ini tidak bisa melanjutkan perjalanan akibat terhalang longsor.

Semua kendaraan dari Madina-Bukit Tinggi yang berangkat tadi malam, demikian juga sebaliknya, masih tertahan di lokasi longsor.

Longsor dipicu hujan yang mengguyur daerah ini sejak Selasa sore, sekitar pukul 17.00. Longsor mulai terjadi sehabis magrib, sekitar pukul 19.00.

Hingga Rabu pagi ini cuaca masih mendung diiringi gerimis. Dikhawatirkan masih terjadi longsor susulan di tempat lain.

Sedikitnya tiga titik juga terjadi longsor di sepanjang jalinsum Desa Ranjobatu, Kecamatan Muarasipongi, Madina. Namun, warga sekitar meminggirkan sedikit pohon dan tanah sehingga kendaraan kecil bisa lewat, sementara kendaraan besar terpaksa berhenti di sisi jalan.(tim-01)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here