BERBAGI
Seorang ibu mencium kening anak yang ikut jadi korban diterjang banjir dan longsor di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Madina.

BERITAHUta.com—Kisah pilu menyelimuti Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Setelah beberapa pekan terakhir, kabupaten ini berkali-kali dikabarkan sejumlah sungai meluap dan mengakibatkan kampung terendam, pada Jumat kemarin (12/10), daerah ini kembali dilanda banjir dan longsor.

Musibah di Madina kali ini tergolong dahsyat. Bukan saja disebabkan ada korban meninggal, tapi terjangan banjir dan longsor ini hampir terjadi di semua kecamatan.

Sebenarnya pada Kamis malam (11/10), wilayah Kecamatan Panyabungan Utara, Madina sudah mengalami banjir. Yaitu di Desa Sukaramai dan Mompang Jae. Luapan air menggenangi sebagian rumah penduduk. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Selain itu, hampir semua kecamatan di wilayah pantai barat, antara lain kecamatan: Muara Batang Gadis, Lingga Bayu, dan Ranto Baek mengalami banjir dan longsor.

BERITA TERKAIT  Gubernur akan Relokasi Warga Muara Saladi dan Bangun SMK Perkebunan

Korban meninggal paling banyak terjadi di  Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Madina. Di sini, sebuah sekolah madrasah dan puluhan rumah warga setempat tersapu banjir bandang yang membawa lumpur dan material berupa kayu besar.

Saat air bah datang anak-anak sedang melakukan aktivitas belajar-mengajar di madrasah desa tersebut. Tak ayal, 29 siswa ikut terbawa terjangan luapan air.

Dalam kondisi tak menentu, anak-anak itu berusaha menyelamatkan diri. Jumlah korban meninggal masih simpang siur, karena upaya pencarian masih terus dilakukan.

Namun, siswa yang belajar di madrasah itu ada sekitar 29 orang, ditambah dua guru. Seorang warga menyebutkan, hingga Sabtu pagi (13/10), masih ada belasan siswa belum diketahui nasibnya.

BERITA TERKAIT  Sumatera Utara Tuan Rumah Hari Pers Nasional Tahun 2020?

Seorang warga Ulu Pungkut menyebutkan, baru satu anak ditemukan dalam keadaan selamat, sementara 12 orang lainnya didapat sudah meregang nyawa.

Sehingga, diperkirakan masih ada beberapa orang lagi tertimbun longsor atau terbawa arus banjir.

Pihak terkait, polisi dan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina belum merilis jumlah korban akibat banjir bandang di sejumlah kecamatan di kabupaten ini, sebab mereka masih fokus mencari korban yang belum diketahui nasibnya.

Sementara Puskesmas Muara Batang Gadis, Madina melaporkan, akibat longsor di Bukit Labonas, Singkuang, sudah ditemukan tiga warga tewas tertimbun tanah.(tim-01)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here