BERBAGI
PENGARAHAN--Bupati Madina H.M. Ja'far Sukhairi Nasution menyampaikan pengarahan pada rapat evaluasi dan program pencegahan serta penanggulangan covid-19 pada Hari Natal dan Tahun Baru 2022, Rabu (8/12-2021). (foto: ist)

BERITAHUta.com—Semua pihak diminta tetap konsisten menjaga status PPKM level 1 yang saat ini didapat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut sehingga kondisi sekarang bisa terus dipertahankan.

“Alhamdulillah, kita telah memperoleh PPKM level 1, saya meminta semua pihak tetap konsisten sehingga kondisi saat ini tetap terjaga,” kata H.M. Ja’far Sukhairi Nasution.

Bupati Madina itu menyebutkan hal tersebut saat memimpin rapat evaluasi dan program pencegahan serta penanggulangan covid-19 pada Hari Natal dan Tahun Baru 2022 bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPM) di lingkungan pemkab setempat, Rabu (8/12-2021).

Pada kesempatan itu, bupati menyebutkan Madina telah mendapat kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  level 1.

BERITA TERKAIT  Bejat, Seorang Ayah di Batang Natal Diduga Kerap Cabuli Putri Kandungnya

Seperti diketahui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengeluarkan Instruksi Nomor 65 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1, 2 dan 3 yang ditembuskan kepada seluruh gubernur, bupati dan wali kota.

Dalam Inmendagri  tersebut disebutkan Madina masuk kategori PPKM level 1.

Ja’far Sukhairi menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua lapisan masyarakat, termasuk tim Satgas covid-19  yang telah bekerja keras sehingga pencapaian target vaksinasi di daerah ini hingga September 2021 mencapai di atas 50 persen.

Meski demikian, sesuai instruksi presiden, setiap daerah harus mengejar target vaksinasi mencapai 70 persen pada akhir Desember 2021.

BERITA TERKAIT  Atika Ingatkan OPD, Hapus Program dan Kegiatan Tak Berpihak Masyarakat

“Ini hasil kerjasama, sinergitas dan kolaborasi kita semua, baik satgas maupun masyarakat. Tentunya saya ingin instruksi pak presiden kita patuhi. Kondisi hari ini, program vaksinasi masih 57 persen,” jelas bupati.

Untuk mempercepat pencapaian jumlah masyarakat yang divaksin, kepala daerah meminta OPD segera berkoordinasi dengan kepala desa dalam hal data penduduk yang belum divaksin.

“Ini harus kita upayakan dalam mencapai target 70 persen. Semua strategi perlu kita lakukan termasuk door to door,” sebutnya. (hen)

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here