BERBAGI
KKN STAIN--Mahasiswa STAIN Madina yang melakukan KKN di Desa Muara Mais, Kecamatan Tambangan memanfaatkan lahan subur untuk tanaman sayuran dan perkebunan. (foto: ist)

TAMBANGAN, BERITAHUta,com—Peserta KKN (Kuliah Kerja Nyata) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina), Sumut berupaya memanfaatkan potensi alam Desa Muara Mais, Kecamatan Tambangan, Madina agar bisa menjadi sumber tambahan pendapatan warga setempat.

Pemanfaatan lahan subur desa ini menjadi salah satu obyek kegiatan para mahasiswa STAIN Madina selama melaksanakan KKN di Muara Mais pada, 15 Juli hingga 28 Agustus 2025.

Desa Muara Mais memiliki lahan subur, baik jika dimanfaatkan untuk tanaman berupa sayuran maupun perkebunan. Selain dataran rendah, di sini terdapat lahan perbukitan yang asri. “Kami menggugah warga supaya memanfaatkan lahan tersebut untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Jamalul Azhar, ketua KKN STAIN Madina di Muara Mais.

Mahasiswa Jurusan Ilmu Al Quran dan Tafsir pada Fakultas Ushuludddin dan Adab STAIN Madina ini menyebutkan ada sejumlah jenis tanaman sayur yang mereka kembangan bersama warga, antara lain: kangkung, kacang panjang, cabai dan buncis.

BERITA TERKAIT  Usai Dilantik sebagai Kades, Buyung Umak Disambut Warga ‘Bak’ Bupati Berkunjung ke Desa

Sedangkan tanaman perkebunan berupa cokelat dan pinang. “Kami senang karena warga pun antusias mengikuti kegiatan ini,” katanya kepada Beritahuta.com, belum lama ini.

Selama kegiatan berlangsung warga dari berbagai kalangan berbaur dengan mahasiswa mulai dari membersihkan lahan, membuat bedengan, dan melakukan penanaman bibit. Mereka juga sama-sama merawat tanaman komoditi yang banyak dijual di pasaran tersebut.

Bedengan tanaman cabai, (foto: ist)

“Aktivitas berkebun ini tak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-warga warga, tetapi menjadi sumber pendapatan tambahan keluarga,” kata Khairul Mukmin, warga Muara Mais.

Dia menyebutkan, hasil kebun sayur mereka sekarang bisa dijual ke pasar. “Bukan sekadar ada penghasilan tambahan, kami juga dapat pengetahuan cara memanfaatkan lahan kosong,” ujar Khairul Mukmin.

BERITA TERKAIT  Tak jadi Pakai Seragam PKK, Ini Moment Keceriaan Ibu-Ibu Pakai Kebaya Usai Suami Mereka Dilantik jadi Kades

Kepala Desa Muara Mais Syahrir Matondang mendukung penuh kegiatan warga yang dimotori mahasiswa KKN STAIN Madina. “Pendampingan teknis yang diberikan mereka (mahasiswa KKN), mulai dari cara mengolah lahan, menentukan bibit, perawatan, pemakaian pupuk ramah lingkungan sampai strategi pemasaran sangat bermanfaat bagi warga kami,” katanya.

Karena itu, dengan bekal sudah dimiliki, kades (kepala desa), berharap kedepan Muara Mais bisa menjadi salah satu desa mandiri berbasis pertanian dan perkebunan.

“Bahkan kedepan kami menargetkan ada pengembangan produk olahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah. Program ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi lokal, dan menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Syahrir Matondang. (*)

Editor: Akhir Matondang

 

 

 

BERBAGI