Mantan Guru SMA 1 Panyabungan Harapkan Sofwat Nasution Maju pada Pilkada Madina

BERBAGI

BERITAHUta.com—Dukungan terhadap Brigjend (Purn) M. Sofwat Nasution untuk maju sebagai bakal calon bupati pada Pilkada Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut mulai bergulir.

Nama itu kali pertama dimunculkan Roihan Pulungan, mantan guru SMA Negeri 1 Panyabungan, Madina. “Cocok ma sugari maju si Sofwat on. Naget pilkada buse ma ubege (pantas kalau Sofwat maju. Saya dengar sudah mau pilkada- –red),” katanya kepada Beritahuta.com, belum lama ini.

Dia menyebutkan, secara kepangkatan memang Sofwat Nasution tidak lagi berada di level jabatan bupati/walikota, sebab di TNI (Tentara Nasional Indonesia), ia sudah bintang satu.

Namun, hal itu hendaknya  tidak menjadi penghalang bagi alumni tahun 1979 SMA Negeri 1 Panyabungan tersebut agar disisa usianya bisa mengabdikan diri bagi tanah kelahirannya.

“Saya kira dari soal kepangkatan tidak ada persoalan. Ini adalah masalah pengabdian dan niat untuk mengabdi bagi kampung halaman. Kalau boleh mengetuk, sekarang saya menggugah hati sang jenderal. Kalau tidak berkenan, saya juga mohon maaf,” kata Pak Ropul, demikian guru asal Panyabungan Tonga ini biasa disapa.

BERITA TERKAIT  Bimtek PPK Panyabungan Timur: Warga Meninggal Tetap "Ikut Nyoblos" Pilkada 2020

Dia memberi contoh, batas minimal pendidikan untuk bisa jadi bakal calon (balon) bupati/walikota minimal pendidikan SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas), tetapi banyak yang menjadi balon bupati/walikota beprendidikan lebih tinggi dari persyaratan minimal tersebut.

“Itu (pendidikan lebih tinggi) kan lebih baik. Jelas lebih berpendidikan, ada kemungkinan lebih berwawasan, dan bisa jadi punya banyak pengalaman,” kata Ropul.

Menurutnya, justru dengan dipimpin seorang jenderal, pembangunan Madina diharapkan  bisa lebih cepat dalam rangka mengejar ketertinggalan dibanding kabupaten/kota lain di tanah air.

“Madina perlu pimimpin yang tegas. Berani melakukan terobosan-terobasan. Berani menata agar kota lebih pantas menjadi sebuah ibu kota kabupaten, menata ekonomi, serta menjadikan desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah,” katanya.

BERITA TERKAIT  Ribuan Santriwati Musthafawiyah Sambut M. Sofwat Nasution dengan Bersalawat

Tanpa ada keberanian, lanjut mantan guru matematika yang sudah berumur 86 tahun ini, sulit daerah ini melakukan perubahan. Jika dilihat dari berbagai hal tolok ukur pembangunan daerah, Madina sudah tertinggal dibanding kabupaten/kota lain di Sumut,” kata mantan guru yang seusianya masih tampak sehat.

Seperfti diketahui, Madina merupakan salah satu kabupaten di tanah air yang ikut menggelar Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak tahun 2020.

Pada Oktober nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina sudah mulai melakukan tahapan pelaksanaan pilkada. Sejumlah nama disebut-sebut akan maju sebagai balon, antara lain: Dahlan Hasan Nasution (bupati petahana), Fahrizal Efendi (anggota DPRD Sumut), dan  H. Mustafa Bakri Nasution (Mudir Pesantren Musthafawiyah Purba Baru). (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here