SHARE
DITERJANG AEK NATINGGAL--Beginilah kondisi kerusakan sebagian bronjong di kawasan wisata Sampuraga setelah diterjang luapan Aek Natinggal pada, Sabtu petang (18/7-2020), sekitar pukul 18.15.

BERITAHUta.com—Lagi, tempat wisata “dadakan” produk Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut H. Dahlan Hasan Nasution diterjang banjir. Kali ini, menimpa kawasan wisata Sampuraga yang berlokasi Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat, Madina.

Akibat peristiwa yang terjadi pada Sabtu petang (18/7-2020), sekitar pukul 18.15, ini bronjong yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Aek Natinggal rusak parah.

Kondisi luapan banjir di sekitar taman rekreasi Sampuraga.

Tanah di bibir DAS sepanjang sekitar 80-an meter yang tidak diberi bronjong ludes dibawa sungai. Berdasarkan pantuan Beritahuta.com, tanah timbunan di tepi Aek Natinggal tergerus luapan sungai sedikitnya selebar lima meter.

Di sepanjang sekitar 80 meter di tepi Aek Natinggal sengaja tidak diberi bronjong karena terdapat sejumlah titik sumber air panas.

Saat ini kondisi DAS di sepanjang kawasan Sampuraga mengalami rusak parah. Brojong batu yang berada di hilir sungai amblas akibat diterjang derasnya aliran sungai yang hulunya berada di Desa Roburan, Kecamatan Panyabungan Selatan, Madina.

Hal serupa juga tampak pada bronjong di bagian hulu. Jika dari hulu sungai dipandang ke arah hilir, tampak tepi sungai di kawasan Sampuraga sudah “amburadul”. Apalagi kondisi bronjong sudah tidak sempurna lagi.

BERITA TERKAIT  Kali ini, Pasmada Serahkan APD untuk RSUD Panyabungan dan 2 Tempat Pelayanan Kesehatan di Madina
Kondisi di hilir sungai kawasan tempat rekreasi Sampuraga, tepatnya di lokasi “terapi batu”.

Sementara di lokasi yang tak diberi bronjong, tampak DAS sudah menerjang tanah timbunan melebihi jalur bronjong. Jika tidak cepat dicari solusi, bisa saja tepi sungai makin tergerus sungai. Apalagi kalau Aek Natinggal meluap lagi.

Banjir DAS Aek Natinggal tak hanya merusak tepi DAS tempat wisata Sampuraga. Hal serupa terjadi di sepanjang lahan kebun masyarakat yang berada di timur tempat rekreasi Sampuraga atau persis di seberang sungai.

Menurut seorang warga, kebun masyarakat itu dikikis banjir sedikitnya selebar satu meter. “Lihat pak, lahan kebun warga itu sudah hilang lebih dari satu meter sepanjang 200-an meter,” katanya.

Ketika banjir menerjang Aek Natinggal setelah diguyur hujan sejak pukul 17.00, luapan air sempat melebihi tinggi bronjong yang ada di sepanjang “terapi batu”.  Pukul 20.00, air mulai surut. Meskipun begitu, sejumlah petugas keamanan di Sampurga tetap berjaga-jaga.

Berdasarkan video peristiwa luapan Aek Natinggal yang viral di media sosial, terlihat sebagian fasilitas rekreasi itu ikut terendam akibat tingginya debit aliran sungai.

BERITA TERKAIT  Jalur ke Batahan & Sinunukan Terancam Putus, Jembatan Pulo Padang Sudah "Gotik"
Seorang wartawan menunjukkan salah satu lokasi bronjong yang rusak setelah dihantam banjir.

Seorang petugas keamanan kawasan rekreasi Sampuraga menyebutkan, sepengetahuanya baru kali ini Aek Natinggal meluap. “Umur saya sudah 49 tahun, baru kali ini saya tahu sungai ini meluap,” katanya.

Banjir yang menimpa kawasan tempat wisata Sampuraga mengingatkan kita pada peristiwa serupa di Tapian Siri-Siri Syariah (TSS) beberapa tahun lalu.

Pada Sabtu malam sejumlah komentar di facebook dan grup-grup Watshapp berharap peristiwa banjir yang pernah terjadi di TSS tidak terulang di lokasi wisata Sampuraga.

Sekadar mengingatkan, sebelum TSS dihantam luapan Sungai Batang Gadis, Rabu (7/11- 2018), tempat rekreasi buatan “dadakan” Dahlan Hasan itu sempat beberapa kali “disenggol” banjir bandang yang terjadi di sungai tersebut.

Saat ini TSS tinggal kenangan karena yang tersisa hanya “bangkai” bangunan. Bahkan proses pembangunan TSS dan Taman Raja Batu (TRB) sempat bermuara di pengadilan dan membuat sejumlah ASN (aparatur sipil negara) di lingkungan Pemkab Madina masuk hotel prodeo. (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here