BERBAGI

SEIRING perjalalan waktu budidaya tanaman buah yang dikelola Runding Farm terus berkembang. Saat ini, Azwar Pulungan, selaku pemilik bisnis ini, sedang mengembangkan kebun miliknya menjadi lokasi agrowisata.

Dalam rangka menuju kawasan agrowisata, Runding Farm pun bakal menata berbagai hal agar kebun ini memenuhi syarat sebagai wisata pertanian dan perkebunan.

Tanaman nangka.

Soal tanaman buah tidak ada masalah. Selain terdapat pepaya calina yang mencapai 8.000 batang, juga ada nanas, manggis, jeruk lemon, alpukat, jeruk dekokpon, jeruk koprok maga, duku, jambu kristal merah, kelengkeng, mangga, dan durian.

Bibit-bibit tanaman ini didapatkan dari sejumlah daerah, seperti Magelang (Jateng), Bogor (Jabar), dan Medan.

Untuk durian terdapat beberapa jenis, di antaranya: musangking, bawor, dan duri hitam. Sebagian tanaman ini sudah berbuah, sebagian lagi baru sebatas berbunga. Karena curah hujan tinggi, bakal buah tersebut rontok.

“Itu hal wajar, masih tahap belajar. Mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik,” kata Azwar Pulungan, yang biasa disapa Lian, kepada Beritahuta, belum lama ini.

Sebagai pendukung Runding Farm menjadi kawasan agrowista, Lian bakal menanam jenis holtikultura di areal sekitar 10 hektare, yang sebagian sudah menghijau oleh tanaman buah.

Tanaman mangga.

Lian tertarik mewujudkan Runding Farm sebagai kebun agrowisata mengingat saat ini di Mandailing Natal (Madina), Sumut belum ada kawasan pertanian dan perkebunan sebagai tempat wisata. “Jika  terwujud, ini sesuatu yang baru di daerah kita. Semoga saja rencana ini tercapai,” katanya.

BERITA TERKAIT  Pemkab Madina Putuskan Pedagang “Parbuko” Dipusatkan di Pasir Putih

Selain wisata keluarga, nantinya Runding Farm diutamakan sebagai lokasi wisata edukasi dengan melibatkan pelajar semua tingkatan, dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sampai PT (Perguruan Tinggi).

“Di sejumlah kabupaten di Indonesia kebun edukasi sudah banyak dikembangkan. Kami optimis agrowisata diminati masyarakat dan dunia pendidikan,” ujar Lian.

Intinya, ketika Runding Farm dilaunching sebagai tempat agrowisata, di sana tak hanya terdapat budidaya tanaman buah, tetapi dilengkapi juga sejumlah tanaman holtikultura, yaitu berupa tanaman sayur (oleri kultura) yang biasa dijumpai di pasar tradisional.

Tanaman sayuran dapat dibudidayakan setiap saat tanpa melihat musim. Selain itu memungkinkan dijadikan sebagai tumpang sari.

Tanaman kelengkeng.

Menurut Lian, ada dua jenis tanaman sayuran yang dikenal selama ini. Pertama, tanaman sayuran tahunan atau bisa di panen selama tanaman itu hidup, misalnya, petai, jengkol, melinjo, dan ubi  (singkong).

Kedua, tanaman sayuran musiman. Seperti: cabai, kangkung, bayam, wortel, tomat, bawang, dan kacang panjang.

Lian mengatakan agrowisata penting bagi dunia pendidikan karena bisa menambah pengetahuan dan wawasan para pelajar. “Mudah-mudaha program ini mendapat dukungan dari Pemkab Madina, sehingga para pelajar juga bisa melihat langsung budidaya tanaman buah dan holtikultura,” katanya.

Pengunjung agrowisata antara lain mendapat pengetahuan soal pembenihan, pembibitan, produksi, hama penyakit, dan pemasaran.”Intinya rekreasi sembari menimba ilmu pengetahuan,” ujar Lian.

BERITA TERKAIT  Harga Karet Masih Tak Beranjak Naik, Aktivitas Pasar Maga Kian Lesu

Bahkan, menurut dia, untuk mendukung Runding Farm sebagai kawasan agrowisata, pihaknya juga berencana melengkapi kawasan itu dengan warung kuliner, terutama menjual produk dari kebun tersebut.

Di Madina, daya tarik wisata lokal sebagian besar masih berupa: kuliner dan sungai. Sedangkan wisata berbasis edukasi masih belum banyak dikembangkan.

“Salah satu motivasi saya mengembangkan Runding Farm menjadi agrowisata supaya masyarakat, khususnya di sekitar lokasi, tertarik mengembangkan usaha budidaya tanaman buah dan sayur. Ini sangat logis, sebab kondisi tanah sangat mendukung,” jelas Lian.

Ungkapan itu sangat beralasan, sebab budidaya tanaman buah yang sudah dilakukan berjalan sukses. Tak heran, jika sejumlah pejabat dan tokoh politik tertarik  mengunjungi Runding Farm yang berlokasi di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat, Madina. Baca juga: Menengok Runding Farm (1): Sukses Azwar Pulungan, Inspirasi dari Kaum Milenial

Salah satu jenis jeruk yang dibudidayakan.

Mereka yang sudah mengunjungi Runding Farm, antara lain: Azhar Lubis (saat itu deputi BKPM RI),   Edy Rahmayadi (gubernur Sumut), Ir. Dahler Lubis (saat itu kepala Dinas Pertanian Sumut), dan Harun Mustafa Nasution (wakil ketua DPRD Sumut).

Kedepan Lian berharap dukungan terhadap Runding Farm tak hanya dari Pemprovsu, tetapi juga dari Pemkab Madina. “Selama ini Pemkab Madina seolah jaga jarak dengan kami. Mudah-mudahan kedepan program agrowisata didukung pemkab,” katanya.(Habis)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here