BERBAGI

PANYABUNGAN, BERITAHUta.com—Pasca pandemi Covid-19, ini kali pertama Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sumut menyelenggarakan lagi pawai karnaval dalam rangka HUT kabuparen ini. Warga Panyabungan dan sekitarnya pun menyambut hiburan rakyat dengan antusias.

Pawai dalam rangka Hari Uang Tahun (HUT) ke-24 Madina ini berlangsung pada, Rabu (8-3-2023). Masyarakat Panyabungan dan  sekitarnya tumpah di jalan menyaksikan kegiatan ini.

Pawai karnaval diikuti semua tingkat sekolah negeri dan swasta. Sekitar pukul 09.00 barisan anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan TK (Taman Kanak-Kanak) mengawali iring-iringan barisan karnaval.

Dengan mengenakan aneka pakaian adat, profesi, busana nasional dan lainnya mereka mulai atraksi sejak dari Pasar Jonjong, Kelurahan Panyabungan II, Panyabungan sampai depan Bank Sumut–juga Kelurahan Panyabungan II.

BERITA TERKAIT  Ketua KP-HSB Singkuang 1 Mengakui Sudah 2 Kali Ada Draf “MoU” dengan PT Rendi

Sedangkan pawai karnaval tingkat SD, SLTP, SLTA, instansi pemerintah dan swasta serta masyarakat umum diawali dari depan pasanggaran—depan RSU Panyabungan. Selanjutnya, melintasi Jalan Williem Iskandar hingga finish depan Bank Sumut.

Siswa-siswa sekolah Adnani, Kelurahan Panyabungan II, Panyabungan ikut memeriahkan pawai karnaval dalam rangka HUT ke-24 Madina. (foto: akhir matondang)

Di panggung utama depan Bank Sumut sudah menunggu Bupati Madina H.M. Jafar Sukhairi Nasution, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi, Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Kapolres AKBP H.M. Reza Chairul AS, Ketua TP PKK Eli Marhrani Jafar Sukhairi, unsur Muspida dan sejumlah pejabat daerah.

Dalam suasana udara tak begitu terik, warga tampak sangat antusias menyaksikan pawai karnaval.  Bisa jadi  disebabkan ini kali pertama diadakan lagi kegiatan seperti ini dalam rangka HUT Madina pasca pandemi covid-19.

BERITA TERKAIT  Minggu Pagi, Jamaah Haji Asal Madina Dijadwalkan Tiba Masjid Nur Ala Nur

Tahun lalu, perayaan HUT ke-24 Madina diselenggaran secara sederhana, tak ada karnaval. Pada HUT ke-77 RI tahun 2022, mulai diadakan karnaval, namun dibatasi karena pandemi belum usai seutuhnya.

Masyarakat tumpah di jalan. Pedagang musiman bergeliat. Dalam pawai karnaval dipertunjukkan antara lain gordang sambilan, drumband, pakaian adat sejumlah daerah di tanah air, dan atraksi lain persembahan masyarakat.

Pawai berakhir sekitar pukul 12.00.Pada barisan terakhir, tampak pawai ibu-ibu yang berpenampilan nyentrik warna merah. Mereka menghibur warga dengan pakai alat-alat dapur sebagai alat musiknya. (*)

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI