BERBAGI
BIS "TERJUN"--Inilah kondisi bis pariwisata BA-7015-OA yang membawa rombongan pejabat eselon dua dan staf Pemkab Agam, Sumbar yang "terjun" di dekat jembatan Desa Lumban Pasir, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina), Sumut, Senin (8/2-2021), sekitar pukul 12.20. Tiga orang meninggal, dan belasan lainnya luka-luka akibat musibah ini. (foto:L ist)

BERITAHUta.com—Jumlah korban meninggal musibah bis pariwisata “terjun” ke jurang bertambah. Fatimah, yang sebelumnya “koma” mengembuskan nafas terakhir Senin malam (8/2-2021) di RSU Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut.

Sebelumnya diberitakan kecelakaan bis yang membawa rombongan pejabat-pejabat serta beberapa staf Pemkab Agam, Sumatera Barat (Sumbar) ini terdapat dua orang meninggal. Yaitu, Fauzan Helmi Hutasuhut dan David.

Fauzan Helmi Hutasuhut adalah kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Agam, Sumbar. Sedangkan David, merupakan sopir cadangan bis pariwisata BA -7015-OA.

Jenazah Fatimah, kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan UMKM Kabupaten Agam, Sumbar tadi malam sudah diberangkatkan dari RSU Panyabungan menuju Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumbar bersama dua korban meninggal lainnya.

Saat ini masih terdapat beberapa korban luka ringan dan luka parah. Sumber dari RSU Panyabungan dan UPT Puskesmas Kotanopan menyebutkan tidak ada lagi korban “koma” seperti sebelumnya tertulis dicatatan medis rumah sakit dan puskesmas.

“Lainnya mudah-mudahan stabil. Tapi masih terus kami pantau,” kata seorang petugas medis.

Sopir bis pariwisata nahas: Iwan (44), merupakan warga Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Darmasraya, Sumbar. Ia mengalami patah kaki dan hingga tadi malam masih berada di RSU Panyabungan.

BERITA TERKAIT  Penjelasan Polda Sumut Simpang Siur, Kasus PT SMGP Penyelidikan atau Penyidikan?

Ini nama dan jabatan korban luka-luka lainnya:

  1. ERNIWATI (umur: 56 thn, pekerjaan: PNS, jabatan: Kadis Dalduk KB PP dan PA, Alamat: Lubuk Basung, Luka-luka: mengalami patah pd kaki kiri).
  2. RETMIWATI (58 thn, PNS, Kadis PTSP Naker, Lubuk Basung, mengalami luka robek pada kening).
  3. JETSON (56 thn, PNS, Kadis LH, Lubuk Basung, mengalami luka robek pada kening).
  4. ARIEF RESTU (54 thn, PNS, Kadis Pertanian, Lubuk Basung, mengalami luka robek pada kening, luka memar samping mata kiri).
  5. MISRAN (59 thn, PNS, Kadis Dukcapil, Lubuk Basung, mengalami luka robek pada kening, luka robek pada betis kaki kiri).
  6. RAHMI (42 thn, PNS, Kadis Sosial, Lubuk Basung, mengalami luka koyak pd kepala sebelah kanan).
  7. ERMANTO (50 thn, PNS, Kadis Perikanan,  Lubuk Basung, mengalami luka pada bahu belakang, dada sakit)
  8. ISMAN IMRAN (59 thn, PNS, staf ahli bupati, Lubuk Basung, mengalami luka bengkak pada bahu kanan).
  9. ARYATI (PNS, staff ahli bupati, Lubuk Basung, mengalami luka robek pada kening, luka lecet pada kaki dan tangan).
  10. RINA EFAWANI (PNS, Lubuk Basung, tidak mengalami luka serius).
  11. YANDI (PNS, Lubuk Basung, mengalami luka robek pada kepala sebelah kiri).
  12. DIMAS DWI PUTRA (PNS, Lubuk Basung, mengalami luka lebam pada dada sebelah kanan).
BERITA TERKAIT  Masyarakat Adat Harajaon Panusunan Hutagodang Tolak Kehadiran PT Umarei

Seperti diberitakan media ini, bis pariwisata yang membawa 16 orang pejabat dan staf Pemkab Agam, Sumbar mengalami kecelakaan di Desa Lumban Pasir, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut pada, Senin (8/2-2021), sekitar pukul 12.20.

Pengemudi bis pariwisata BA-7015-OA yang melaju dari arah Panyabungan-Kotanopan (utara-selatan), itu tidak bisa mengendalikan setir akibat menghindar dari laju kendaraan truk yang datang dari arah berlawanan.

Ia akhirnya terpaksa banting setir ke kiri, nahas upayanya menghindar dari truk justru berakibat fatal. Bis menabarak besi pembatas jalan, lalu terjun ke jurang sedalam sekitar 10 meter.

Akibat kejadian ini, tiga orang meninggal dunia dan semua rombongan termasuk awak kendaraan mengalami luka ringan dan luka parah.

Rombongan pejabat Kabupaten Agam ini baru saja pulang melakukan studi banding dari sejumlah kota di Sumut dan Aceh. Rencananya mereka hendak pulang lagi menuju Agam, Sumbar. (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here