Pemangku Adat Hutabargot: Nasution-Lubis, Duet yang Pas untuk Madina

BERBAGI
Jabaginda Nasution, pemangku adat yang tinggal di Desa Hutarimbaru, Kecamatan Hutabargot, Madina.

BERITAHUta,com—Pemangku adat di Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal (Madina), Sumut Jabaginda Nasution menyebutkan Sofwat-Beir adalah pasangan impian karena perpaduan dua marga besar di Mandailing.

“Kalau sudah Nasution dan Lubis pasti suku Mandailing. Ini sangat pas, dan baru kali pertama terjadi dalam sejarah pemilihan kepala daerah di Madina kedua marga itu bersatu hendak membangun Madina,” kata Jabaginda kepada Beritahuta.com, belum lama ini.

Selain perpaduan dua marga yang sangat pas, kata dia, figur H.M. Sofwat Nasution dan Ir. H. Zubeir Lubis (Sofwat-Beir) sebagai pasangan bakal calon (balon) bupati-wakil bupati Madina pada Pilkada Madina 2020 juga sangat mendukung disebabkan mereka bisa saling mengisi.

BERITA TERKAIT  Kasus Pilkada Madina di Panyabungan Timur Seharusnya Dilaporkan ke DKPP

In shaa Allah keduanya sosok yang sangat serasi untuk memimpin Madina pada periode berikutnya. Saya siap mendukung dan memenangkan pasangan ini di daerah saya. Tai na bisa utanggung jawapi ami sakampung doba,” katanya.

Jabaginda mengatakan jika Brigjend TNI (Purn) H.M. Sofwat Nasution suatu saat melakukan kunjungan ke Hutabargot, ia ingin menyambut sang jenderal Koppasus itu dengan gordang sambilan.

Pala ro Pak Sofwat tu son, bope na silaturrahmi goarna, por roa nami manyambutna dohot gordang. Ami alo-alo dohot gordang.  Ami baen tor-tor. Inda mangadati ba, panyambutan do. Acarana panyambutan bapak calon bupati, ” kata tokoh adat yang tinggal di Desa Hutarimbaru, Hutabargot, Madina itu.

BERITA TERKAIT  Dihadapan M. Sofwat Nasution, Tuan Royhan: “Margonti Mantong Jolo...”

Godang do boto harapanku monang pasangan Sofwat-Beir on. Sofwat dan Beir merupakan putra Madina yang berwibawa, beragama, dan memiliki pendidikan yang mumpuni,” katanya.

Jabaginda berharap jika kelak pasangan Sofwat-Beir diberikan amanah memimpin Madina hendaknya tidak lupa diri. “Ulang songon namangan tobu, habis manis sepah dibuang,” sebutnya. (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here