SHARE
PASIR PUTIH--Pemkab Madina memutuskan untuk Ramadan tahun ini para pedagang jajanan buka puasa (parbuko) dipusatkan di Lapangan Pasir Putih, Pidoli Dolok, Lintas Timur, Panyabungan. Mulai Kamis kemarin (2/5), pihak panitia sudah mulai merancang tempat pedagang.

BERITAHUta.com—Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sumut akhirnya menetapkan Lapangan Pasir Putih, Pidoli Dolok, Jalan Lintas Timur, Panyabungan sebagai tempat berjualan pedagang jajanan buka puasa. Namun, keputusan ini tampaknya bertolak belakang dengan keinginan pedagang.

Kekhawatiran pedagang sudah diantisipasi pemkab. Untuk  menarik minat warga datang ke sana, pihak panitia menggelar pasar murah sembako sepekan sekali. Selain itu, setiap tiga hari sekali pengunjung dihibur alunan tembang-tembang nuansa islami dengan menampilkan para juara nasyid yang ada di Madina.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Madina Jhon Amriadi, SP., MM., penetapan Pasir Putih sebagai tempat dagang jajanan buka puasa sudah melalui pertimbangan matang.

“Ini sudah final, sebab jika digelar di Pasar Baru tampaknya kurang memungkinkan. Selain lokasinya tidak mendukung, juga bisa menimbulkan kemacetan,” katanya kepada Beritahuta.com, Kamis (2/5).

Asnawi Nasution, S.Sos., kepala Seksi Sarana dan Prasarana/Pemeliharaan Pasar Dinas Perdagangan Madina menyebutkan pihak pemkab akan menyiapkan tenda bagi para pedagang. Setiap satu tenda diisi enam pedagang tanpa dipungut biaya.

BERITA TERKAIT  Upaya Pemkab Madina “Gatot”,  Pedagang “Parbuko” Tak Mau Jualan di Pasir Putih

“Tidak ada bayaran tenda. Saat ini baru sembilan pedagang yang mendaftar, mudahkan-mudahan setelah lokasinya jelas seperti sekarang, mereka yang mau berdagang parbuko segera mendaftar,” kata Asnawi.

Berdasarkan sket yang dirancang pihak Bagian Umum Setdakab Madina, posisi tenda pedagang dibuat berbentuk “U” sehingga calon pembeli dengan mudah melihat jajanan yang sesuai dengan seleranya.

Posisi panggung hiburan berada di tengah tenda berbentuk “U” sehingga warga bisa mengitari para pedagang sembari menyaksikan hiburan nasyid.

Sementara itu, keputusan pemkab yang menjadikan Pasir Putih sebagai tempat berdagang jajanan buka puasa ditentang sejumlah pedagang. Mereka pesimis para pedagang mau berjualan di sana mengingat lokasi Pasir Putih tergolong jauh dari pusat permukiman penduduk.

“Ada-ada saja pemkab. Silakan saja yang mau disana, tetapi saya dan beberapa pedagang lainnya tidak akan dagang di sana, “ kata Rifai, pedagang buah

BERITA TERKAIT  “Pusuk ni Otang” Laris Manis pada Hari Pertama Ramadan di Panyabungan

Berdasarkan informasi yang didapat Beritahuta.com, para pedagang jajanan buka puasa yang setiap Ramadan membuka lapak di Lapangan Parkir Pasir Baru sudah mencari tempat masing-masing di Lapangan Merah, Pasar Baru, Jalan Lintas Barat, Panyabungan.

Rifai juga menyangkan lambatnya pemkab menentukan lokasi pedagang karena sebagian di antara pedagang sudah mencari tempat berjualan di sekitar Lapangan Merah.

Irsad, pedagang lainnya menyebutkan, biasanya warga yang hendak cari parbuko sekalian belanja kebutuhan rumah tangga lainnya di pasar. “Tidak semua hanya ingin beli parbuko, kebanyakan sekalian belanja keperluan lain, misalnya, sayuran,” katanya.

Seperti diketahui, pasca Pasar Baru terbakar, lokasi parkir yang biasa dipakai pedagang parbuko setiap Ramadan sekarang sesak oleh lapak-lapak pedagang pakaian dan lainnya. Sehingga untuk tahun ini tempat itu tidak mungkin lagi dipakai para pedagang jajajan buka puasa.(*)

Peliput: Ilyas Lubis dan Nurhuda

Editor: Akhir Matondang

 

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here