BERBAGI
Mapolres Madina (foto: ilustrasi/henri)

BERITAHUta.com—Dua warga Mandailing Natal (Madina), Sumut yang berprofesi sebagai pelaku jual beli emas memprapengadilankan Polres Madina. Pasalnya, proses penangkapan dan penahanan mereka oleh anggota kepolisian setempat dinilai menyalahi prosedur.

Kedua warga itu: Safii (30),  warga Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Madina dan Ahmad Turmizi Pulungan (28), penduduk Desa Hutabargot Lombang, Kecamatan Hutabargot, Madina.

Usai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Madina pada, Jumat (6/8-2021), kuasa hukum kedua warga: Dedy Alamsyah Daulay, didampingi rekannya, Jerynike Amati Panjaitan mengatakan  proses hukum yang diterapkan kepolisian terhadap kedua klien mereka dinilai terlalu dipaksakan sehingga terkesan mengada-ada.

Dedy Alamsyah Daulay (kanan) dan Jerynike Amati Panjaitan (kiri), kuasa hukum dua tersangka, saat memberikan keterangan pers. (foto: skrinshot video youtube)

Dia mengatakan penerapan UU Minerba terhadap tersangka sangat aneh. Sebab kedua warga bukan penambang emas. Mereka hanya berpofesi sebagai pelaku jual beli emas (gembosan). “Pasal yang diterapkan penyidik sangat  dipaksanakan,” katanya.

Lebih aneh lagi,  dalam berita acara pemeriksaan (BAP),pihak pelapor dalam kasus ini disebutkan bernama M. Hadri Panjaitan, seorang anggota kepolisian berpangkat brigadir kepala. Bukan pihak pemerintah atau pihak lain.

Safii dan Turmuzi diamankan petugas beberapa waktu lalu karena tidak memiliki izin usaha jual beli emas. Keduanya dikenakan pasal 161 UU-RI Nomor  03 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

BERITA TERKAIT  Diduga Cabuli Gadis Belia, Polisi Amankan Lelaki Pengangguran

Dalam wawancara dengan wartawan, seperti tayangan di youtube, pihak pengacara berpendapat penangkapan kedua warga tersebut berbau sentimen tertentu dari oknum anggota Polres Madina.

Ada puluhan orang pelaku usaha yang sama, dan sudah melakukan aktivitas itu sejak sekitar 10 tahun terakhir,  kenapa hanya Safii dan Turmuzi diproses hukum. Padahal, keduanya baru menggeluti usaha ini sekitar empat tahun.

“Kenapa yang ditangkap hanya klien kami. Patut diduga ada sentimen pribadi dari seorang oknum anggota Polres Madina,” kata Dedy.

Seharusnya, kata dia,  penyidik melakukan pengembangan, mulai dari penambang, pengolah hingga penjual dan pembeli. “Ini enggak, sasarannya klien kami. Ada apa.”

Karena proses hukum terahadap Safii dan Turmuzi dinilai tidak beralasan, kuasa hukum berharap kilen mereka dibebaskan demi hukum.

“Saya mau tahu peraturan mana yang mengatur seorang oknum kepolisian dapat melaporkan mengenai undang-undang Minerba. Apakah pelapor merasa  dirugikan. Jika dirugikan, dalam hal apa. Dia bukan  pihak pemerintah daerah,” kata Dedy”

Jika masalah narkoba yang dilaporkan, sebutnya,  jelas boleh. Ini kasus Minerba, kenapa oknum anggota kepolisian secara pribadi bisa melaporkan masyarakat terkait Minerba tanpa terlebih dulu koordinasi dengan pemerintah daerah.

Dalam UU Minerba diatur mengenai perizinan tentang pertambangan, bukan terkait jual beli emas. “Kepolisian salah dalam penerapan hukum,” katanya, sembari menunjukkan izin usaha klien mereka dari pihak kepala desa.

BERITA TERKAIT  Razman Arif Nasution Raih Penghargaan dari YPPI dan "Achievement Magazine"

Apalagi Safii dan Turmuzi diamankan polisi tanpa membawa surat penangkapan. “Ini sudah disampaikan saksi dihadapan majelis hakim,” kata Dedy.

Panjaitan mengajak masyarakat melihat kasus ini secara jernih. Bisa disaksikan di emperan pasar-pasar, ada jual beli emas hanya bermodalkan papan duduk dan timbangan emas sudah bisa jual beli emas.”

“Bisa kita lihat, mereka tak perduli emas itu bersurat atau tidak. Bentuknya juga mereka tidak peduli. Jika kadar emasnya bagus, pasti ditampung. Lantas, kenapa dibiarkan dan tidak ditangkap, ujar Panjaitan.

Karena itu, dia berharap hakim mempunyai pandangan serupa dengan mereka sehingga Safii dan Turmuzi bisa dibebaskan dari jeratan hukum yang diduga semena-mena dari pihak kepolisian.

Masih kata Panjaitan, proses hukum yang dilakukan polisi terhadap klien mereka bukan hanya melalui praperadilan, tetapi juga hendak dilaporkan kepada sejumlah pihak, antara lain: Kompolnas, Komnas HAM, Poldasu, Mabes Polri di Jakarta. Tujuannya, supaya penyidik dan pihak-pihak terikat diproses apakah tindakan mereka sesuai kode etik kepolisian dan hukum yang berlaku.(*)

Editor: Akhir Matondang

 

BERBAGI

4 KOMENTAR

  1. Panjaitan oknum polisi, seharus nya harus bertindak tegas juga terhadap yang lain, jangan hanya kepada dua orang (penjual dan si pembeli emas) banyak pembeli dan penjual emas, yang seperti tersebut, yang sangat di sesal kan, oknum polisi membekingi, dan ada juga keluarga oknum polisi yang jual beli emas hasil tambang, dan sedang kan oknum polisi yang bernama panjaitan selaku pelapor dan yang menangkap juga terlibat narkoba, coba di tes urin,

  2. Yang terhormat pak kapolres mandiling natal, banyak anggota nya yang nakal, banyak anggota nya yang suka narkoba jenis sabu dan ganja, dan juga komsunsi alkohol, dan pemerasan terhadap kaum yang lemah, tolong pak anggota nya di periksa dengan tes urin, jika terbukti, tindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku, M. Hadri panjaitan beserta kawan-kawan nya, atau pun yang kerap sering terdengar yang bernama jhon rambe, beserta kawan-kawan nya, dan juga yang pernah tertangkap di daerah tebingtinggi di sebuah WC di galon (holis) sudah di proses sesuai hukum berlaku, namun holis masih komsumsi narkoba, tolong pak kapolres yang terhormat anggota nya, jangan karna di lindungi hukum,sesuka mereka untuk bermain hukum,

  3. Saya sebagai masyarakat dan dari berbagai cerita yang di dengar dari tempat yang berbeda-beda, saya juga memohon kepada pak kapolres mandailing natal, yang di sesal kan, ulah anggota yang nakal yang arogan, yang salah guna kan posisi anggota sebagai oknum polisi melindungi dan mengayomi masyarakat, masih banyak pak anggota nya yang tidak sesuai konsitusi sebagai anggota polri, dalam kasus ini ada kok oknum polisi yang berpangkat perwira biasa, yang berbisnis jual beli emas, yang berdomisil di panyabungan dan sekitar nya, ada satu keluarga yang berbisnis jual beli emas hasil tambang yang tidak ada izin nya, dan berbisnis (tong)pengolahan emas, tolong berbuat adil terhadap rakyat, tindak lanjuti oknum-oknum tersebut, dan yang sangat di sesal kan. Dari cerita dari ketempat yang lain bukan satu tempat berbagai tempat di panyabungan ini, Sudah tidak asing lagi, banyak anggota atau oknum polisi yang pake narkoba dan yang paling parah nya, ada desas desus oknum polisi juga ada sebagai Sub narkoba(sabu) si pelapor dalam kasus ini sebagai oknum polisi, sangat di ragu kan, coba di tes urin si pelapor dan akan banyak kawan-kawan yang prooesi sebagai oknum polisi yang terkait,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here