SHARE
HINA ISLAM--Salah satu gambar postingan pemilik akun facebook Rizky Hardiansyah. Ada sekitar 15 foto postingannya yang baru, semua menghina Islam, tanah suci Mekkah, ulama, Pesantren, Musthafawiyah, dan kepolisian. Pada kalimat narasi foto itu ada satu "kata" kami hapus karena tidak pantas. (Foto-foto diambil dari akun fb Rizky Hardiansyah)

BERITAHUta.com—Entah apa yang ada dibenak pihak Polres Mandailing Natal (Madina), Sumut. Didesak semua pihak mengungkap dan menangkap pemilik akun facebook (Fb) Rizky Hardiansyah, justru tidak ada informasi perkembangan sama sekali meskipun sudah sebulan.

Padahal akun Fb Rizky Hardiansyah masih aktif. Ketika media ini membuka profil Fb tersebut pada, Selasa (2/3-2021), sekitar pukul 23.24, diketahui lima jam sebelumnya ia baru saja memperbaharui foto profil.

Settingan foto profil terbaru pemilik akun facebook Rizky Hardiansyah ini terkesan dibuat oleh orang profesional.

Bahkan dalam desain foto profil yang baru di-update itu ada narasi bertuliskan “Saya alumni Musthafawiyah anjing meminta kepada Kapolri untuk segera menangkap saya pelaku pelecehan terhadap pesantren serta guru dan ulama Pondok Pesantren Anjing Musthafawiyah Purba Baru.”

Tampak settingan foto profil sepertinya dibuat orang profesional di bidang ini. Berbeda dengan profil awal, yang begitu sederhana.

Pada waktu bersamaan, pemilik akun Rizky Hardiansyah juga mengganti foto sampul Fb-nya dengan plang merek Pesantren Musthafawiyah ditambah tulisan “Sekolah Anjing” dan “Guru-gurunya Dukun Santet Anjing Semua.”

Diperkirakan beberapa menit sebelumnya, foto sampul awalnya gambar plang pesantren itu dengan tulisan “Sekolah Anjing” dan di depan plang tampak foto seekor anjing warna hitam. Foto-foto tersebut tampak jelas editan.

Ini salah satu foto postingan pemilik akun facebook Rizky Hardiansyah.

Beberapa hari sebelumnya pemilik akun ini juga masih sempat memposting sejumlah foto penghinaan serta pelecehaan terhadap pesantren tertua dan terbesar di Sumut ini, namun ketika media ini melihat koleksi foto-foto di gallery, baik unggahan dan album tidak ada lagi alias sudah dihapus dalam satu atau dua hari kebelakang.

Namun sebelum koleksi postingan Rizky Hardiansyah itu dihapus, Beritahuta.com sempat mengcopy foto-foto postingannya tersebut. Gambar yang diunggahnya makin tidak sopan serta tak beradab.

BERITA TERKAIT  Buntut Foto Satu Jari di Istana Jakarta, AAB akan Laporkan Bupati Madina ke Bawaslu

Sungguh luar biasa penghinaannya terhadap Islam, ulama, dan Musthafhawiyah. Terdapat juga gambar seseorang berseragam kepolisian yang bagian kepalanya diganti “Mukidi”, tokoh anekdot di media sosial.

Foto-foto editan yang sempat dicopy media ini antara lain:  seorang ulama yang sedang berdoa memegang alat kelamin laki-laki; dua orang lelaki tua bersoban dan berjubah memegang alat kelamin laki-laki; seorang wanita setengah telanjang duduk di atas gambar ka’bah; seorang pria setengah jongkok membuka celana dari duburnya tampak keluar seolah semprotan api ke arah ka’bah.

Selain itu: ada foto beberapa orang berpakain ala ustad berdiri di tengah-tengah mereka berdiri seseorang yang bagian kepalanya diganti menjadi kepala menyerupai wajah almarhum Sutan Bhatoegana.

Pada bagian atas foto tersebut terdapat tulisan seolah mengejek pihak kepolisian: “Woooyy Biado Kapolres dohot Cyber Crime Na Oto-oto??? Ma Mate Per Langa??

Ada foto seorang mirip biduan bernyanyi sembari memegang bagian kemaluan si lelaki, namun kepala di lelaki yang berjoget diganti wajah mirip ulama Musthafawiyah.

Masih ada sejumlah foto editan lainnya yang diposting Rizky Hardiansyah menggunakan bagian kepala mirip wajah ulama-ulama Musthafawiyah Purba Baru. Foto-foto ini diunggah pasca masalah penghinaan serta pelecehannya terhadap Musthafawiyah Purba Baru dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Bahkan ada foto beberapa gubuk santri Musthafawiyah, pada bagian atas ada tulisan “Banyak kenangan waktu muda dulu di pondok al musthafawiyah ini kekasihku dulu seorang fatahayath dan kami ******* (maaf sengaja kami kosongkan karena tidak sopan-red) dengan gaya bebas di pondok dekat aek singolot.”

Postingan pemilik akun facebook Rizky Hardiansyah yang sudah dihapus.

Rizky Hardiansyah juga sudah mengganti keterangan mengenai dirinya, jika sebelumnya dalam profil akun-nya ditulis  ia pernah belajar di Universitas Terbuka, pernah belajar di MAN Panyabungan, dan tinggal di Panyabungan, sekarang berubah menjadi pekerjaan wiraswasta, pernah belajar di University of Sumatera Utara, pernah belajar di SMA Negeri 1 Panyabungan, tinggal di Panyabungan, Sumatera Utara, Indonesia.

BERITA TERKAIT  Purba Baru “Menangis”, Angkot Masuk Jurang, 3 Meninggal dan 21 Luka-Luka, Ini Daftar Korbannya...

Saat itu sempat akun ini hilang beberapa hari, namun muncul kembali dan rutin melakukan postingan-postingan khusus menghina Islam, tanah suci Mekkah, ulama, Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, dan belakangan ia juga sudah menghina dan melecehkan kepolisian.

Gubsu Khawatir Jadi Isu SARA

Sementara itu, Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi bicara soal kasus dugaan penghinaan pesantren Musthafawiyah Purba Baru.  Ia mengaku khawatir kasus ini berkembang menjadi isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan).

“Ini bisa SARA. Bisa-bisa nanti yang dituduh ini Kristen. Percayalah kalian, kalau ini yang bikin orang Kristen, pasti bukan karena agamanya, tapi akhlak (orangnya) yang buruk,” kata Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Selasa (2/3/2021).

Edy mengaku memberi perhatian khusus terhadap kasus ini. Apalagi, katanya, Pesantren Musthafawiyah Purba Baru sudah ada sejak 1912.

“Musthafawiyah itu lahir 1912, republik ini masih compang-camping, belum ada republik ini. Masih kerajaan-kerajaan. Lebih tua dari Nahdlatul Ulama, lebih tua dari Muhammadiyah,” katanya.

Edy mengatakan dirinya merupakan orang yang mencintai sejarah. Dia mengatakan harusnya Musthafawiyah dilestarikan, bukannya dihina.

“Saya katakan saya senang sejarah, bukan karena Musthafawiyah itu Islam atau tidak, saya juga bukan orang Mandailing. Tahu-tahu sekarang seperti ini (dihina). Apakah begini kita ini?” jelasnya. (*)

Peliput: Tim/dbs

Editor: Akhir Matondang

SHARE

2 COMMENTS

    • Itulah masalahnya kita tidak tau. Apakah ini bagian dari pengalihan isu kasus SMGP, wallahu aqlam bissawaf. Coba kalau si anu yang dihina, secepat kilat mereka bisa lacak..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here