BERBAGI
SENYUM SUMRINGAH--Dari gestur wajah Kepala Puskesmas Hutabargot dr. Putri Anggraini Tanjung dan Camat Hutabargot Indra Gunawan terlihat mereka begitu senang menerima bantuan APD dari Pasmada. Wajar jika wajah keduanya tampak menabur senyum sumringah.

BERITAHUta.com–“Ini yang kami nanti-nanti. APD kami sangat terbatas,” kata dr. Putri Anggraini Tanjung, kepala Puskesmas Hutabargot, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut saat menerima bantuan APD dari Pasmada Panyabungan, Selasa (13/4-2020).

Ungkapan Putri Anggraini mengenai kondisi APD (alat pelindung diri) di puskesmas yang dia pimpin menggambarkan penanganan virus corona di Madina masih memprihatinkan.

Ungkapan serupa juga diutarakan dr. Ridha Fauziah Nasution, kepala Puskemas Puncak Sorik Marapi (PSM), Madina. “Kami sangat terima kasih. APD yang kami punya sangat terbatas,” katanya ketika tim Pasmada (Parsadaan Alumi SMA Negeri 1 Panyabungan) yang merupakan organisasi yang dihuni para alumi SMA Negeri 1 Panyabungan memberikan bantuan APD ke puskesmas itu, Rabu (14/4-2020).

Khususnya wilayah PSM, disana ada perusahaan besar yang mempekerjakan WNA (warga negara asing) asal China sehingga rentan terjadi penyebaran covid-19.

“Memang bantuan yang kita berikan tidak seberapa, tapi paling tidak bisa membantu petugas medis,” kata Brigjend TNI (Purn) H.M. Sofwat Nasution, ketua umum DPP Pasmada kepada Beritahuta.com baru-baru ini.

Seorang petugas medis RSUD Panyabungan langsung mencoba pakain astronot bantuan Pasmada ke rumah sakit itu.

Menurut dia, bantuan tahap pertama dari Pasmada diutamakan untuk RSUD Panyabungan, posko perbatasan (Manisak, Sihepeng dan Muarasipongi), Puksemas Ulu Pungkut, Puskesmas Hutabargot, serta Puskesmas PSM.

Dipilihnya ketiga puskemas prioritas dapat bantuan APD, kata Sofwat Nasution, karena berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Antara lain warga kecamatan tersebut banyak merantau, sehingga jika mereka tetap mudik, perlu alat untuk memastikan “pendatang” bebas corona.

BERITA TERKAIT  Ja’far Sukhairi Turun Langsung Sosialisasi Pakai Masker di Pasar Lama

Menurut dr. Saleh Usman, kepala Puskesmas Siabu, APD yang mereka pakai di posko perbatasan Sihepeng masih sangat terbatas.

“Saya apresiasi Pasmada yang turut memikirkan ketersediaan APD di posko ini. Terima kasih, semoga memberi semangat dan rasa percaya diri bagi yang bertugas di sini,” katanya saat menerima rombongan Ketua Pasmada Madina Mulyadi Borotan pada penyerahan bantuan APD, Selasa (13/4-2020).

Lain lagi ceritanya dari Puskesmas Ulu Pungkut. Awalnya Puskesmas Ulu Pungkut tidak dapat bantuan termogun (alat pengukur suhu badan) dari Pasmada. Mereka hanya dapat APD lain, seperti baju astronot, masker, dan lainnya mengingat kecamatan itu tidak menangani posko perbatasan.

Kepala Puskesmas Siabu dr. Saleh Usman mencoba alat pengukur suhu badan (termogon) terhadap Mulyadi. Menurut dia, ternogun bantuan Pasmada lebih baik dari yang ada di posko perbatasan Sihepeng.

Karena merasa membutuhkan, Kepala Pukesmas Ulu Pungkut Khairuddin Siregar meminta termogun kepada pihak Pasmada. Tentu saja Mulyadi dan pengurus lain tak bisa memenuhi disebabkan jumlah jatah setiap penerima sudah ditentukan pengurus DPP Pasmada.

Akhirnya kondisi itu dimaklumi Camat Ranto Baek, pihak yang terlibat dalam posko perbatasan Manisak. Tadinya mereka dapat dua unit termogun, tapi karena diminta Ulu Pungkut akhirnya untuk Ulu Pungkut tinggal satu unit.

“Terima kasih atas pengertian pak camat,” kata Khairuddin Siregar setelah menerima termogun dari Zulhan Nasution, camat Ranto Baek.

BERITA TERKAIT  Sambut Ramadan, Grup Bulutangkis GOR PB. Garuda “Marmangan-mangan” Gulai Itik

Direktur RSUD Panyabungan Bidasari juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pasmada pada upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Lain halnya dr. Syafran Halim Harahap Sp.Pd. Usai menerima secara simbolis bantuan APD dari Pasmada, ia menyebutkan sumbangan Pasmada tak sekadar turut membantu memenuhi kebutuhan tenaga medis dalam menangani pasien covid-19.

“Lebih dari itu. Kami disuport, merasa tidak sendiri melawan virus ini. Itu kesan yang kami dapat,” katanya.

Dari suport itu petugas medis tambah semangat disebabkan seolah ada pihak-pihak lain ikut mendampingi. “Lebih tepatnya ada kawan-kawan di luar sana yang memberikan dukungan kepada kami,” kata Syafran Halim.

Sumbangan APD tahap pertama dari Pasmada yaitu: baju astronot (45 GSM) sebanyak 100 pc, termogun 8 pc,  sarung tangan  10 boks, penutup kepala 10 pcs, sepatu boots 10 pasang,  dan alas kaki 100 pasang, masker sensi 51 boks.

Dana pembelian APD didapat dari donasi para alumni SMA Negeri 1 Panyabungan yang tersebar di seantero negeri.

Sofwat Nasution mengatakan pihaknya berupaya ada penyerahan bantuan APD tahap kedua. “Mudah-mudahan tidak lama lagi akan diserahkan lagi bantuan APD untuk Madina. Mengenai siapa-siapa yang dapat, belum bisa ditentukan sekarang.” (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here