BERBAGI
MANGKRAK--Sudah sebulan para pekerja pembangunan Pasar Maga, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut tidak melakukan aktivitas. Belum jelas alasan proyek ini mangkrak. Padahal, dalam papan proyek disebutkan, masa kerja proyek ini hanya 65 hari.

BERITAHUta.com—Proses pembangunan Pasar Maga, Kecamatan Lembah Sorik Marapi (LSM), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut terbengkalai. Sudah sebulan, aktivitas kerja di lokasi berhenti total.

Belum jelas kenapa proyek ini mangkrak (terhenti). Juga tidak jelas alasan para pekerja diliburkan. Apakah menunggu pasokan material atau terkendala pendanaan. “Mungkin, mungkin tapi pak, masih menunggu material,” kata seorang warga Maga.

Pembangunan Pasar Maga direncanakan sebagai pengganti pasar “Senin” yang ada sekarang. Lokasi proyek ini masih masuk wilayah Desa Pasar Maga, LSM, Madina. Tepatnya, sekitar 100 meter dari kantor camat setempat atau masuk sekitar 500 meter simpang pemancar TVRI.

Berdasarkan tulisan di banner yang sudah robek di lokasi proyek, disebutkan waktu pekerjaan pembangunan pasar itu selama 65 hari menggunakan dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) tahun 2018 dari pos tugas pembantuan senilai Rp5 miliar lebih.

BERITA TERKAIT  Dimulai di Madina, Edy Rahmayadi Harapkan Perubahan Total demi Kemajuan Sumut

Jika dihitung dengan waktu mulai kerja sekitar dua bulan lalu, ditambah jumlah hari tidak kerja sepanjang Januari 2019, dipastikan pekerjaan proyek ini tidak akan bisa tepat waktu.

Berdasarkan banner itu, juga disebutkan proyek ini di bawah naungan Dinas  Perdagangan Madina yang masuk dalam program pengembangan perdagangan dalam negeri.

Adapun No DIPA-nya adalah SP DIPA-090.02.4.071345/2018 tanggal 13 Agustus 2018. Proyek ini dikerjakan PT. Cinta Karya Membangun yang beralamat di Jl. Setia Budi Ujung, Perumahan Griya Safira Blok C No.19 Kelurahan Simpang Selayang, Medan.

Ketika Beritahuta.com berkunjung ke lokasi pada Kamis sore (31/1), tampak tidak seorang pun pekerja di lokasi. Besi baja berserakan di sekitar lokasi proyek. Tampak dua molen beton mini, tumpukan batu bata, pasir, dan material lainnya di areal pembangunan pasar ini.

Gubuk yang dijadikan base camp tampak tak berpenghuni. Seorang warga yang kebetulan lewat mengatakan, sudah sebulan para pekerja berhenti melakukan kegiatan. “Terakhir mereka kerja akhir bulan Desember,” katanya.

BERITA TERKAIT  ASN Kaget, Pemkab Madina Keluarkan Aturan Setiap Jumat Pakai Kain Sarung

Ia mengaku tidak mengerti kenapa proyek itu belum dilanjutkan, padahal dalam papan proyek disebutkan lama pekerjaan hanya 65 hari. “Saya dengar proyek ini banyak masalah, terutama soal pendanaan,” kata lelaki yang tak mau disebut namanya itu.

Seorang warga yang mengaku pernah kerja di proyek ini mengatakan, mereka disuruh istirahat dan menunggu informasi untuk kerja lagi. “Pekerja asal Padang juga pulang semua,” katanya.

Ketika ditanya alasan proyek belum dilanjutkan, ia menyebutkan, “Saya tidak tahu persis. Ada yang bilang masih menunggu pencairan dana tahap kedua. Ada yang bilang menunggu material, saya tidak tahu mana yang betul,” ujarnya.

Yang jelas, kata dia, pendanaan proyek ini tersendat karena upah pekerja juga masih belum dilunasi” katanya. (tim-01)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here