BERBAGI
MOBIL PEMUDIK--Melihat kondisi jalan, anda pasti sudah menduga bahwa ini wilayah Sumut. Betul, inilah potret beberapa kendaraan pribadi pemudik saat melintas di jalinsum Kecamatan Kotanopan, Madina, pada, Selasa pagi (4/5-2021). (foto-foto: arsyal fahrezi)

BERITAHUta.com—Jumlah perantau yang mudik Lebaran dari Pulau Jawa menuju Mandailing Natal (Madina) dan sekitarnya tergolong ramai, meskipun belum diketahui angka pasti.

Berdasarkan pantauan wartawan Beritahuta yang juga melakukan perjalanan mudik dari Lampung sejak, Minggu malam (2/5-2021), iring-iringan mobil pribadi dari arah Bakauheni menuju Sumut cukup ramai.

Beberapa di antaranya dapat dipastikan mereka menuju Madina atau Tabagsel (Tapanuli bagian selatan), karena kendaraan yang mereka tumpangi bertuliskan bahasa atau kata-kata khas Mandailing.

Mobil pemudik melintas di wilayah Kecamatan Muarasipongi, Madina, Selasa (4/5-2021).

Misalnya, pada kaca belakang mobil ada tulisan: “Bumi Gordang Sambilan”, “Boru Lubis”, “Uruskon Soro Nyaemu”, “Sude Sala”, “Nasution Do Hami”, “Nasaktion”, “Napaor” dan lainnya.

Perantau Madina yang mudik Lebaran tahun ini menggunakan mobil pribadi tampak kebanyakan  berkelompok. Umumnya mereka memilih jalur jalan tol (jalintim) agar bisa sampai di kampung halaman sebelum larangan mudik pemerintah, 6 Mei 2021.

Di halaman rumah makan Mandailing yang ada di jalintim tampak selalu ramai pemudik yang hendak menuju Madina dan sekitarnya. Jalur ini melalui Bakauheni-Palembang-Sungai Lilin-Tempino-Muara Bulian-Muarabungo-Bukit Tinggi-Madina.

Kendaraan pribadi para pemudik sudah berjejer di di sejumlah tempat di wilayah Madina sejak sepekan terakhir.

Informasi yang didapat media ini, hal serupa juga terjadi di jalan lintas tengah (Jalinteng). Yaitu, Bakauheni-Bandarlampung-Kotabumi, Baturaja-Lubuk Linggau-Muarabungo-Bukit Tinggi-Madina. Setiap rumah makan Mandailing, selalu ramai pemudik yang sedang istirahat.

Ketika wartawan media ini salat subuh di salah satu masjid di daerah Bayung Lincir, Musi Banyuasin, Sumsel pada, Senin (3/5-2021),  misalnya,  ada delapan mobil pribadi bernomor polisi B, F, dan A yang penumpangnya juga sedang istirahat sejak jelang makan sahur di tempat ini. Ketika berbicara mereka terdengar berbahasa Mandailing.

BERITA TERKAIT  Atika Ingatkan OPD, Hapus Program dan Kegiatan Tak Berpihak Masyarakat

Nabahatan dope dongan-dongan namarangkat tanggal tolu sian Jakarta,” kata seorang di antaranya.

Ketika memasuki Madina pun, tampak sudah banyak berjejer mobil pribadi bernomor polisi Jakarta dan sekitarnya parkir di sepanjang jalinsum, seperti “plat”: B, F, D, A, dan E.

Mereka pengguna kendaraan ini sudah mudik lebih awal ke Madina. Foto dijepret, Selasa (4/5-2021), di wilayah Kotanopan.

Sedangkan nomor polisi Sumatera, antara lain: BM, BK, BG, BH, BD, dan BE. Mereka sengaja memutuskan pulang kampung lebih awal sebelum aturan laranggan mudik dari pemerintah berlaku.

Berdasarkan pengalaman Beritahuta sejak dari Lampung, hanya sekali ada pemeriksaan di posko covid-19, yaitu sebelum memasuki Tempino, Jambi. Itu pun terkesan hanya formalitas.

Sebab dari empat orang di dalam mobil, hanya seorang di antaranya  yang diminta menunjukkan surat hasil pemeriksaan negatif covid-19. Terlihat mereka lebih fokus pada pengambilan gambar dokumentasi sewaktu seorang petugas menanyakan beberapa hal kepada sopir mobil.

“Anak saya sudah menyiapkan tes genose sejak dari Yogyakarta, sampai di Madina sekalipun gak pernah ada petugas yang tanya,” kata seorang warga Panyabungan.

Naik ALS

Pemudik dari Jakarta dan sekitarnya menggunakan bis ALS juga cukup ramai. Dari Loket ALS Bogor, misalnya, sebulan sebelum Ramadan sudah ramai, bahkan selalu penuh. “Alhamdulillah kalau dari Bogor selalu ramai sejak sebulan sebelum bulan puasa,” kata seorang sopir.

BERITA TERKAIT  Tak Jadi di Rumah Dinas Bupati Madina, Gubernur Sumut Buka Puasa di RM. Paranginan

Sedangkan dari loket ALS Kalender (Pulau Gadung), Jakarta Timur baru ada peningkatan setelah memasuki minggu pertama puasa.

Sebagian besar bis ALS tidak beroperasi lagi sejak awal Mei 2021 karena ada larangan mudik dari pemerintah. Foto dibidik, Selasa (4/5-2021), di jalinsum Kotanopan, Madina.

Dari loket Tanggerang, peningkatan penumpang juga tergolong drastis. Misalnya, pada Senin (26/4-2021), bis ALS AC-ekonomi yang biasanya hanya berangkat satu unit, menjadi dua unit karena terjadi lonjakan penumpang, yaitu ALS-05 dan ALS-010.

Penumpang ALS yang relatif biasa-biasa adalah dari loket Bandung. ALS-281 yang biasanya trayek Bandung-Medan, justru diperbantukan dari loket Tangerang.

Sebut saja, Rabu (28/5-2021), tidak ada bis ALS yang berangkat dari loket Kiaracondong, Bandung disebabkan kurang penumpang. Paket dan penumpang baru diberangkatkan pada, Kamis (29/5-2021), menggunakan ALS-141.

Meskipun dipastikan jumlah pemudik dari Jakarta dan sekitarnya menuju Madina cukup ramai, namun jumlah  pastinya tidak diketahui.

Ketika media ini lewat dari perbatasan Sumbar-Sumut di Muara Sipongi, Madina, pada Selasa (4/5-2021), tidak tampak ada pos pemeriksaan covid milik Pemprov Sumut atau Pemkab Madina.

Namun, di perbatasan wilayah Sumbar, sudah ada posko covid-19 milik Pemrov Sumbar atau Pemkab Pasaman, meskipun belum terlihat ada petugas di posko tersebut. (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here