BERBAGI
DR. H. Razman Arif Nasution, SH, S.Ag, MA, (Ph.D)

BERITAHUta.com—Dinilai konsisten membela kepentingan raykat dan penegakan hukum di Indonesia, pengacara DR. H. Razman Arif Nasution, SH, S.Ag, MA, (Ph.D) menerima dua penghargaan sekalgus di bidang hukum.

Kedua penghargaan tersebut masing-masing didapat dari Yayasan Penghargaan Prestasi Indonesia (YPPI) dan Achievement Magazine. Prosesi pemberian penghargaan kepada Razman Arif berlangsung di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, belum lama ini.

YPPI  memberikan penghargan kepada Razman Arif karena pengacara asal Mandailing Natal (Madina), Sumut ini dinilai konsisten dalam membela kepentingan rakyat serta penegakan hukum di Indonesia.

Penghargaan Achievement Magazine diperoleh Razman Arif karena ia merupakan seorang lawyer sukses dan top di Indonesia yang perannya dalam membela kliennya makin diperhitungkan.

BERITA TERKAIT  Terjerat Kasus Korupsi, Kejatisu Tahan Mantan Plt Kepala Kemenag Madina

Kepada media ini, Razman Arif mengatakan sebelumnya ia tidak menyangka bakal mendapat penghargaan dari dua lembaga tersebut. “Tidak terpikirkan sebelumnya. Alhamdulillah, semoga menjadi pemicu semangat bagi saya dan tim untuk terus menjadi lawyer profesional dalam penegakan hukum di tanah air,” katanya.

Dikutip dari wikipedia, Razman Arif disebutkan seorang pengacara kontroversial. Ia dilahirkan pada 8 September 1970 hasil buah cinta Bazarul Hakim Nasution dan Nur Elly Rambe.

Penddiikan SD  diselesaikan di kampung asalnya, Singkuang, Madina pada 1984. Lalu, ia melanjutkan studi  MTsN Padang Sidempuan (1987); PGA Negeri Padang Sidempuan (1990); dan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Sumatra Utara (1995).

BERITA TERKAIT  Posko Sering Kosong, Kerja Petugas Posko Perbatasan Muarasipongi Amburadul

Lalu, Razman Arif mengambil S-2 di Universitas Sains Malaysia, sementara S-3 didapat dari Universitas 30 September, Indonesia (2017).

Sebelum menjadi pengacara top di Indonesia, Razman Arif sempat menjadi dosen di UISU, Medan. Ia juga sempat duduk dua periode di kursi DPRD Madina, masing dari Golkar pada periode 1999-2004 dan PKPB (2004-2009).

Bahkan sebelum duduk di legislatif, lelaki berbadan besar ini kerja sebagai wartawan Harian Medan Pos dan Majalah Detektif Spionase (1992-1998). (*)

Editor: Akhir Matondang

 

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here