BERBAGI
SANTAI--Joko A. Budiono, ketua Bawaslu Madina (kaos putih), didampingi Partaonan (staf Bawaslu), tampak santai tiduran di Masjid Al-Muttaqin, Desa Jambur Padang Matinggi disaat persoalan warga yang tidak ikut memilih di TPS-001 Kampung Baru belum tuntas. (foto:foto: akhir matondang)

BERITAHUta.com—Inilah sosok Joko A. Budiono, ketua Bawaslu Mandailing Natal (Madina), Sumut. Ketika suasana genting di TPS-001 Desa Kampung Baru, Kecamatan Panyabungan Utara, Madina, ia justru tiduran santai di salah satu masjid.

Tindakan Joko, begitu ia biasa disapa, sangat tidak elegan. Ia diduga sengaja menghindar dari persoalan carut-marut DPT (daftar pemilih tetap) TPS-001 Desa Kampung Baru. ia juga sengaja berdiam diri di masjid sembari menunggu waktu pencobolsan selesai.

Joko A. Budono, berlindung di rerimbunan daun mangga tak jauh dari lokasi TPS-001 Kampung Baru. Diduga ia lakukan ini agar tidak dilihat warga yang protes.

“Pak lihat di dalam (masjid) Joko tiduran santai. Padahal di TPS kan lagi banyak masalah. Kalau enggak ada persoalan sih silakan saja,” ujar seseorang kepada media ini saat ia keluar dari masjid.

Seperti diketahui, warga yang tak bisa masuk tempat pemungutan suara (TPS) 001 karena berbagai alasan kerap bersitegang dan adu argumentasi mengenai aturan boleh tidaknya mereka masuk TPS.

Selain dengan komisiner Bawaslu Madina Devisi Pengawasan Maklum Palawi, Joko juga tak luput dari “kejaran” warga yang tak puas disebabkan tak bisa menyampaikan hak pilih.

BERITA TERKAIT  Jalan ke Sirangkap Rusak Parah, Mobil Ditumpangi Sofwat Nasution Terpaksa Ditarik

Namun, setiap dicecar pertanyaan, ketua dan komisioner Bawaslu selalu tidak bisa memberi jawaban yang bisa dipahami warga. Sehingga asal melihat anggota Bawaslu, warga menyampaikan unek-uneknya. Kerap terjadi ketegangan dan “adu mulut”.

Untunglah aparat keamanan sangat sigap, sehingga tidak terjadi hal-hal tak diinginkan. Namun, sebelum ke Masjid Al-Muttaqin, Desa Jambur Padang Matinggi, Kecamatan Panyabungan Utara, Madina, Joko dan beberapa komisioner lainnya tampak seolah bersembunyi di rerimbunan daun mangga.

Sebenarnya warga mencari dan menunggu Joko dan komisioner lainnya. Apalagi Bawaslu sempat menyatakan siap menandatangni sikap Bawaslu mengenai tidak bolehnya sejumlah warga masuk TPS.  Karena tidak jelas keberadaan mereka, akhirnya surat yang hendak dibuat tak jelas juntrungnya.

Joko sengaja seolah berteduh, tapi patut diduga ia ingin menghindar agar warga yang protes tidak melihat wajahnya. Sebab sampai penutupan TPS-001, pukul 13.00, ketegangan di pintu TPS-001 masih saja terjadi.

BERITA TERKAIT  Zubeir Lubis Kunjungi Pasar Simpang Gambir, “Umak-Umak” Teriakkan Yel-Yel...

Tidak jelas pukul berapa Joko, Partaonan (staf Bawaslu Madina), dan beberapa komisioner dan sfat Bawaslu lainnya masuk ke Masjid  Al-Muttaqin. Ketika media ini tia di halaman masjid tersebut, sekitar pukul 13.10, mereka sudah tiduran di karpet masjid.

Joko dan Partaonan baru siap-siap keluar dari masjid sekitar pukul 13.50, setelah salah seorang rekannya yang lain mengajak untuk meninggalkan tempat itu.

Joko yang coba dikonformasi mengenai aksi tidur-tiduran di masjid saat suasana genting di TPS-001,tidak berhasil. Media ini sudah mengirim konfirmasi melalui WhatsApp pribadi pada, Senin pagi (24/4-2021), pukul 10.05, namun sampai pukul 15.40 belum dibaca.

Menurut Ali Aga Hasibuan, Joko sedang ada tugas di Sibolga.

Partaonan, staf Bawaslu Madina, mengakui foto dalam masjid betul fotonya dengan Joko. “Itu kami baru selesai salat, istirahat sejenak karena TPS buka pukul 14.00,” katanya. (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here