BERBAGI
Sofwat Nasution bersama tim pemenangan Sofwat-Beir dan masyarakat Desa Tarlola, Kecamatan Batang Natal, Madina, Jumat (27/11-2020).

BERITAHUta.com—Calon bupati Mandailing Natal (Madina),. Sumut H. M. Sofwat Nasution, Jumat pagi (27/11-2020), melakukan pertemuan silaturrahmi dengan masyarakat Desa Tarlola,  Kecamatan Batang Natal, Madina.

Pertemuan yang diikuti sejumlah tim pemenangan desa, itu juga dihadiri para kaum ibu.  Selain dalam rangka silaturrahmi dengan Sofwat Nasution, kegiatan tersebut sekaligus koordinasi pemenangan pasangan nomor urut tiga.

Dalam kesempatan itu, Sofwat Nasution mengatakan maju pilkada karena punya niat ingin membangun Madina bersama elemen masyarakat.

“Jika Allah Swt berkehendak, saya ingin mengabdikan diri untuk tanah kelahiran,“ katanya.

BERITA TERKAIT  Sofwat-Beir Pastikan Tak Ada Lagi Pemotongan Insentif Guru Madrasah, Justru Ditambah
Sofwat Nasution menyampaikan sambutan pada acara silaturrahmi di Desa Tarlola, Muarasoma. Madina

Karena itu, ia mengharapkan dukungan dan doa semua lapisan masyarakat pada Pilkada 9 Desember 2020. “Kalau kami, Sofwat-Beir (H.M. Sofwat Nasution dan Ir. H. Zubeir Lubis) diberi amanah memimpin kabupaten ini, in shaa Allah kami akan fokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan visi dan misi pasangan Sofwat-Beir, yaitu mewujudkan Madina yang religius, cerdas dan sejahtera.

Sebagai contoh, Sofwat-Beir ingin jumlah insentif guru-guru madrasah ditingkan, dan memastikan tidak ada pemotongan.

BERITA TERKAIT  Zubeir Lubis Kunjungi Pasar Simpang Gambir, “Umak-Umak” Teriakkan Yel-Yel...

“Saya dapat informasi ada pemotongan insentif guru madrasah. Sudah jumlah insentif kecil, malah dipotong pula. Dalam setahun terdiri dari 12 bulan, tapi guru madrasah kabarnya hanya terima sembilan bulan,” kata Sofwat Nasution.

Para tim pemenangan desa dan masyarakat menyatakan bangga menjadi bagian tim pemenangan Sofwat-Beir. Namun, di lapangan mereka dihadapkan pada persoalan independensi petahana.

“Bohong kalau aparat desa tidak berpihak. Bahkan ada yang sampai mengancam masyarakat,” kata seorang (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here