BERBAGI
RAZIA MASKER--Petugas Satpol PP Pemkab Madina mendata warga yang tidak pakai masker. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu pagi, (4/8-2021), di Pasar Lama, Panyabungan, Madina. Sebagian mereka yang terjaring, disuruh petugas "push-up" atau "sit-up". (foto: istimewa)

BERITAHUta.com—Satgas covid-19 Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut mulai tegas. Pada Rabu pagi, (4/8-2021),sekitar pukul 09.00,  mereka melakukan razia terhadap warga yang tak pakai masker di sekitar Pasar Lama, Panyabungan, Madina.

Bukan hanya warga yang berada di warung, pertokoan, “lopo-lopo” dan pejalan kaki dirazia petugas, pengendara sepeda motor, beca, sopir mobil serta penumpangnya pun dirazia.

Warga yang kedapatan tak pakai masker didata oleh petugas Satpol PP Pemkab Madina. Petugas antara lain menayakan nama, umur dan alamat.

Tidak hanya itu, sebagian mereka yang ketahuan tidak pakai masker, disuruh petugas push-up atau sit-up.

Tindakan Satgas covid-19 yang melibatkan aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP ini mendapatkan berbagai komentar dari masyarakat. Umumnya mereka mendukung kegiatan seperti ini agar penyebaran pandemi covid-19 di Madina bisa ditekan.

BERITA TERKAIT  Warga Sibanggor Julu dan Sekitarnya Masih Trauma Peristiswa Gas Beracun PT SMGP

“Kenapa baru sekarang ada tindakan tegas. Selama ini kok terkasan tidak ada penindakan,” kata seorang warga.

Ia berharap kegiatan seperti ini bukan hanya serimonial belaka, tetapi dilakukan secara berkesinambungan agar masyarakat juga sadar bahwa pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan merupakan prokes covid-19 yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lain lagi Solah (34), warga yang kebetulan melintas di Pasar Lama. Ia menyebutkan, razia seperti ini terkesan hanya formalitas saja. Tidak bakal berdampak signifikan bagi perubahan pola pikir masyarakat Madina terhadap covid-19.

“Paling lama razia satu jam. Foto-foto, lalu bubar. Pindah ke tempat lain, paling ke Pasar Baru. Razia beberapa saat, foto-foto, lalu bubar. Entah kapan lagi razia,” katanya.

BERITA TERKAIT  Ribuan Santri Musthafawiyah Purba Baru Ikut Pemakaman 3 Korban Angkot “Maut”

Dengan pola seperti itu, kesan yang timbul di masyarakat, menjadi tidak baik. “Jujur saja, masyarakat menduga kegiatan seperti ini hanya untuk mendapatkan anggaran. Jika memang konsekuen, lakukan setiap saat. Jika perlu lebih tegas lagi, ini demi nyawa manusia. Kok kesannya main-main,” ujarnya.

Dengan demikian, masyarakat pun sadar, kata Solah, masyarakat tahu menerapkan prokes covid-19 dalam kehidupan sehari-hari merupakan sesuatu keharusan. “Ini enggak, petugasnya saja jika tidak sedang razia belum tentu pakai masker,” ujarnya. (*)

Editor: Akhir Matondang

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here