BERBAGI
Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji, S.Ik., MH., saat memberikan keterangan pers mengenai kasus penyebaran berita hoax di mapolres setempat. Di belakang kapolres, tampak lelaki berkaos hitam. Ia adalah pemuda yang diduga menyebarkan berita hoax melalui akun Fb.

BERITAHUta.com—Gara-gara iseng menggunakan media sosial,  Izhar Efendi alias IE terpaksa berurusan dengan polisi. Pemuda asal Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandaling Natal (Madina), Sumut ini diciduk pihak polres setempat karena diduga ikut menyebarkan hoax tentang kasus penculikan anak.

Saat ini pihak Satreskrim Polres Madina masih menahan IE untuk keperluan penyidikan. “Terduga tidak memikirkan dampak psikologis postingannya terhadap orang lain,” ujar Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji, S.Ik., MH. kepada sejumlah wartawan.

Lewat akun facebook (Fb) Raiss Bayo Nasution, pada Selasa (30/10), sekitar pukul 22.00, IE mengunggah tentang adanya penculikan anak di Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu, Madina.

“Penculikan anak, sudah sampe di kampung Sihepeng, Kec. Siabu Sumatera Utara yang punya anak atau adek kecil tolong waspada dan berhati2” demikian kalimat postingan akun Fb Raiss Bayo Nasution, yang belakangan diketahui milik IE.

Postingan tersebut disertai foto seorang lelaki tangan terikat , dan muka babak belur seperti baru dihakimi massa.

Hanya berselang beberapa menit setelah postingan menyebar, sejumlah pengguna Fb memberikan komentar. Berbagai versi muncul, ada yang tidak percaya, ada juga ragu, bahkan sebagian di antaranya langsung menyebut jika postingan pemilik akun Raiss Bayo Nasution Hoax atau bohong.

Khawatir berdampak buruk di tengah masyarakat, anggota Satreskrim Polres Madina  bergerak cepat “menjemput” IE di Desa Hutapuli. Tanpa melakukan perlawanan, pemuda itu berhasil diamankan di rumahnya pada hari Rabu (31/10), sekitar pukul 13.30.

Kapolres menyebutkan, IE mengakui perbuatannya menyebarkan berita hoax, namun tidak ada maksud membuat resah warga. Hanya sekadar mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap aksi penculikan.

Kepada polisi, IE mengaku mendapat gambar atau foto yang diunggah dari postingan orang lain. “Gambar yang diposting diperoleh dari akun lain sesama pengguna Fb. Kemudian ia menambahkan kalimat, lalu membagikannya lewat beranda publik Fb,” kata Irsan Sinuhaji.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih memeriksa IE secara intensif untuk mengetahui motif penyebaran berita bohong tersebut.

Dalam kesempatan itu, kapolres mengingatkan semua pihak agar lebih jeli dan teliti dalam menyebarkan informasi yang kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Media sosial semestinya dimanfaatkan bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif. Sayangnya, beberapa pihak memanfaatkannya menyebarkan informasi yang mengandung konten negatif,” kata Irsan Sinuhaji.

Jika hal tersebut dibiarkan, kata dia, dikhawatirkan membahayakan generasi muda. “Karena itu, kita harus proaktif mengajak masyarakat agar lebih cerdas menggunakan media sosial,” katanya. (hsb)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here