BERBAGI
DIMAKAMKAN--Setelah ditemukan, jenazah Ratih dibawa ke rumah duka. Lalu, pada Kamis (14/2), sekitar pukul 14.00 dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

BERITAHUta.com—Setelah dilakukan pencarian sekitar 60 jam, Ratih Hasibuan (7), gadis cilik yang hanyut di Sungai Marihan akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal pada Kamis (14/2), sekitar pukul 10.00.

Setelah disemayamkan beberapa jam di rumah duka, pada pukul 14.00,  korban dimakamkan di desa setempat. Keluarga korban tampak sangat terpukul atas musibah yang mereka hadapi. “Maafkan ayah nak,” kata Ahmad Baki Hasibuan (40), ayah Ratih.

Siswi kelas satu  sekolah dasar (SD) itu ditemukan di Sungai Marihan, Desa Sigalagala, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumut. Tepatnya sekitar tiga kilometer dari tempat hanyut, di Desa Simataniari.

Ketika warga bersama petugas Posek Dolok, koramil, dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Paluta menemukan Ratih di tepi sungai, kondisi tubuhnya masih utuh, namun sudah mulai membengkak.

BERITA TERKAIT  Polresta Padangsidimpuan Ringkus 3 Tersangka Kasus Narkoba

Kasubag Humas Polres Tapanuli Selatan Iptu Alpian Sitepu, mendampingi Kapolres AKBP Irwa Zaini Adib, S.Ik., MH., menyatakan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut andil dalam pencarian korban dalam tiga hari terakhir.

Ratih hanyut di Sungai Marihan, pada Senin (11/2), sekitar pukul 23.30, akibat DAS (daerah aliran sungai) tersebut meluap setelah digurur hujan deras.

Luapan Sungai Marihan mulai terjadi, Senin (11/2), sekitar pukul 18.00. Begitu melihat debit sungai naik, ibu korban mengajak ketiga anaknya masuk rumah.

Sekitar pukul 23.30, ibu korban merasakan rumah panggung yang mereka huni goyang. Setelah dilihat pakai senter, ternyata luapan air sudah sampai di tangga rumah yang berjarak  sekitar lima meter dari tepi sungai

BERITA TERKAIT  Kejatisu Diminta Selidiki Keterlibatan Bupati Madina dalam Kasus Korupsi TRB dan TSS

Si ibu dan anak-anaknya pun spontan keluar rumah menyelamatkan diri. Sementara si ayah, sedang di lopo.

Pada saat ibu dan ketiga anak hendak menyelamatkan diri, tiba-tiba Ratih terbawa derasnya arus sungai. Melihat Ratih terpisah dari kelompok mereka, sang ibu teriak minta tolong.

Arus sungai yang meluap membuat warga tak bisa menuju “gubuk” yang berada di seberang Sungai Marihan. Sekitar 10 menit kemudian, warga yang tadinya tertahan di lopo seberang sungai baru bisa memberi pertolongan. Namun, pada saat penduduk setempat datang, Ratih tidak terlihat lagi. (lily lubis)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here