SHARE
COPOT--FPI Madina menyesalkan hilangnya 10 baliho dan spanduk "selamat berpuasa" yang diduga dicopot petugas Satpol PP setempat.

BERITAHUta.com—Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW-FPI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut mengecam tindakan Satpol PP setempat yang diduga telah mencopot baliho dan spanduk milik organisasi ini.

Spanduk dan baliho yang diduga dicopot petugas Satpol PP itu berada di sejumlah lokasi strategis di sekitar Panyabungan. Tulisannya adalah “ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadan 1440 H” dari FPI Madina.

“Menyesalkan dan mengecam tindakan over acting Satpol PP dengan mencopot spanduk dan baliho kami. Ini bentuk arogansi sepihak dan diskriminatif terhadap keberadaan FPI, “ kata Ustad M. Yusuf Batubara, ketua FPI Madina, kepada Beritahuta.com di teras Masjid Nur Alan Nur, Aek Godang, Panyabungan, pada Selasa (7/5).

Didampingi Sekretaris PFI Madina Ustad  M. Amin Rangkuti dan Kepala Bidang Dakwah Ustad Rahmat Lubis, Yusuf menyebutkan tindakan Satpol PP termasuk aneh. “Ada apa, kok hanya spanduk FPI yang mereka ambil. Isinya baliho dan spanduk juga tidak bermuatan politis. Hanya ucapan selamat berpuasa,” katanya.

Menurut Yusuf, pencopotan spanduk FPI mengindikasikan ada pihak-pihak yang gerah dengan keberadaan FPI di kabupaten ini. Jika ini benar, jelas mengingkari amanah undang-undang mengenai kebebasan berserikat dan berkumpul serta mengeluarkan pendapat yang merupakan ruh demokrasi.

“Lebih mengherankan lagi, kenapa yang hilang hanya spanduk FPI. Kalau demi keadilan dan keindahan kota, spanduk ormas lain kok tidak diambil mereka,” kata Yusuf.

Karena itu, dia menyesalkan perlakuan tak adil Satpol PP. Apalagi ada sebagian spanduk ormas lain yang belum terdaftar di kantor Kesbang Linmas Madina, tapi tetap terpasang di tempatnya.

FPI Madina berencana mendatangi kantor Satpol PP untuk mempertanyakan perlakukan tidak adil tersebut. “Ini tak adil. Sebab itu kami akan mempertanyakannya. Biar jelas, ada apa,” sebut Yusuf.

Ormas FPI di Madina memang baru terbentuk dalam dua pekan terakhir. FPI siap kerja sama dengan pemkab, polres dan elemen masyarakat dalam menjaga iklim kondusif selama Ramadan, khususnya dalam menyuarakan amar ma’ruf nahy munkar.

Karena itu, Yusuf menyayangkan hilangnya sekitar 10 baliho dan spanduk tersebut. “Ini persolan serius. Dalam hal ini kami tidak main-main, sebab menyangkut marwah dan harga diri sebuah komunitas organisasi resmi dan diakui negara,” jelasnya.

FPI Madina bertekad meminta pertanggungjawaban moral dan hirarki terhadap kepala Satpol PP Madina atas pencopotan baliho dan spanduk tersebut. ”Jika perlu kami minta bupati mencopot kepala Satpol PP sebab dia tidak menunjukkan profesionalisme dan tak mampu menciptakan iklim kondusif di daerah ini,” tambah Yusuf.

Berdasarkan penelusuran FPI Madina, ke-10 baliho dan spanduk itu dicopot pada Senin malam (6/5). “Senin sore masih ada, tapi Selasa pagi (7/5), sudah hilang semua,” kata Amin Rangkuti. (*)

Peliput: Tim

Editor: Akhir Matondang

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here