BERBAGI
HILANG--Inilah foto: Linda Hayani Batubara (17), yang sejak Minggu petang (20/2-2022), tidak jelas keberadaannya. (foto: istimewa)

BERITAHUta.com (Batahan)—Tiga hari sudah, Linda Hayani Batubara (17) belum juga diketahui keberadaannya. Sang ayah, Suhandi Batubara berharap putrinya cepat pulang ke rumah. “Pulanglah nak, kami merindukanmu,” ujarnya.

Wajar saja Suhandi, warga Desa Batahan I, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut ini gelisah dan was-was terhadap nasib putrinya tersebut. Sebab sejak Minggu, (20/2-2022), sekitar pukul 15.30, Linda  tidak bisa lagi dihubungi melalui telpon.

Hingga berita ini tulis, Selasa malam (22/2-2022), pukul 23.30, belum jelas keberadaan Linda. Dalam dua hari terakhir, foto anak ketiga dari tujuh bersaudara dari pasangan Suhandi dan Syarifah ini sudah menghiasi laman-laman media sosial (medsos), terutama facebook dengan narasi “Info Warga Hilang”.

Bagaimana awal cerita Linda hilang. Sumber Beritahuta.com menyebutkan, pada Minggu siang (20/22-2022), Linda pamit dari rumahnya di Batahan dengan alasan hendak membuat e-KTP di kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Madina di Panyabungan.

BERITA TERKAIT  Warga Ulu Pungkut Mengeluh, Tanah & Batu di Lokasi Proyek Talut Berserakan di Jalan

Linda menyebutkan, tempatnya sekolah di salah satu pesantren di Kecamatan Batahan, membutuhkan data kependudukan secara online.

Sebelum berangkat menuju Panyabungan, Suhandi sempat menitipkan uang kepada Linda untuk diberikan kepada salah satu anaknya yang sekolah di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi (LSM), Madina.

“Pada saat Linda di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru handphone (hp) yang dipegangnya masih bisa dihubungi. Tak lama kemudian, setelah uang diberikan kepada adiknya,  hp  tidak aktif lagi sampai saat ini (Selasa sore-red), “ kata Suhandi.

Dia menyebutkan, “Informasi yang saya dapat dari sopir angkot yang ditumpangi dari Sinunukan-Panyabungan, Linda naik dari loket Sinunukan 1 bersama seorang lelaki yang tidak kami kenal.”

Dikutip dari Suhandi, menurut pengakuan sopir angkot L-300 bernama Ponco, Linda dan laki-laki tersebut sama-sama turun di kawasan Pesantren Musthafawiyah Purba Baru.

Ketika Linda bersama si lelaki turun dari angkot, Ponco pun tidak punya pirasat apa-apa. Ia pun melanjutkan perjalanan menuju Panyabungan untuk mengantar penumpang lainnya.

BERITA TERKAIT  Pemilik Pondok Le Bistro Cofee Simangambat Merasa Surprise Didatangi Sofwat Nasution

Pihak keluarga sudah mendatangani Disdukcapi Madina di Dalan Lidang, Panyabungan. Salah seorang pegawai di kantor ini menyebutkan, dalam sepekan terakhir tidak ditemukan pendaftar e-KTP atas nama Linda Hayani Batubara.

Kasus hilangnya Linda sudah dilaporkan kepada Polres Madina, dengan harapan pihak berwajib dapat membantu menemukan anak baru gede (ABG) yang masih sekolah di pesantren ini.

Suhandi berharap kepada masyarakat dimana pun berada, jika melihat Linda dengan ciri-ciri antara lain: rambut ikal kecoklatan serta kulit putih, bisa menghubungi Mayonta.id online, pihak berwajib atau langsung kepada keluarga melalui telpon: 0813-6143-1572.

“Untuk anakku, Linda, pulanglahlah nak. Jangan buat kami di sini cemas memikirkanmu. Paling tidak, kasihlah kabar kepada kami, kedua orangtuamu agar bisa mengurangi kegelisahan kami. Jangan sampai kami sakit memikirkanmu nak,” sebut Suhandi. (*/manyota)

Editor: Akhir Matondang

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here